BANGKALAN, RadarMadura.id – Suasana di Perumahan Pondok Halim 2 Kecamatan Burneh, Bangkalan, pada Sabtu (28/12) cukup sepi.
Terlihat seorang pria berada di pekarangan rumah mengecek instalasi hidroponik.
Pria itu adalah C. Hendri Karyadinata. Dia memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk mengembangkan tanaman sayuran hidroponik.
Terlihat ada beberapa jenis sayuran hijau yang tumbuh subur di pekarangan rumahnya tersebut.
Karyadinata mengakui mengembangkan tanaman hidroponik karena ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa bercocok tanam tidak harus mempunyai lahan.
”Ingin menunjukkan bahwa dengan tanah yang terbatas juga bisa bercocok tanam,” terangnya.
Dia mulai mengembangkan tanaman hidroponik tersebut sejak sebulan yang lalu.
Ada tiga jenis tanaman sayuran yang dikembangkan. Yakni, bayam, sawi, dan kangkung.
Di sela kesibukan menjalankan tugas sebagai pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, dia tetap merawat dengan teliti tanamannya itu.
Menurutnya, perawatannya cukup mudah, cukup diberi pupuk satu minggu sekali. ”Kami memberi nutrisi hanya satu minggu sekali,” ungkapnya.
Saat ini tanaman yang dikembangkan di instalasi hidroponik miliknya tersebut ada 80 lubang.
Setiap lubang berisi satu pohon tanaman. Ada juga yang lebih. Bergantung jenis tanamannya.
Selain itu, hasil dari tanaman sayuran tersebut tidak hanya dikonsumsi sendiri. Karyadinata juga bisa berbagi sayur hasil panen kepada warga sekitar.
”Kalau tanaman sawi setiap satu lubang terisi satu, tapi kalau kangkung satu lubang bisa berisi lima batang,” jelasnya.
Setiap satu bulan sekali Karyadinata bisa panen. Tiap panen pula dia berbagi agar sama-sama merasakan manfaat.
Selain itu, dia juga berharap masyarakat tertarik mengembangkan tanaman hidroponik. ”Alhamdulillah hasilnya bisa kebagian di satu RT,” katanya.
Menurut dia, tanaman hidroponik bisa membantu dalam ketersediaan kebutuhan dapur. Hasil panen tanaman ini juga lebih higienis.
”Hasil tanaman hidroponik lebih higenis karena tidak menyentuh tanah hingga kandungan cairannya lebih sedikit,” tuturnya. (din/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti