BANGKALAN, RadarMadura.id – Geliat budi daya perikanan di Bangkalan terus meningkat. Buktinya, keberadaan kelompok budi daya ikan (pokdakan) terus bertambah. Selama 2024, ada 23 pokdakan baru di Kota Salak.
Dengan demikian, saat ini ada 80 pokdakan yang tercatat di Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan.
Namun, puluhan pokdakan tersebut tidak bisa berharap banyak terhadap Pemkab Bangkalan pada 2025. Sebab, pemkab tidak mengalokasikan bantuan bagi puluhan pokdakan yang terdaftar.
Kabid Budi Daya Diskan Bangkalan Achmad Hidayat Kurniawan menyatakan, pokdakan yang tercatat di akhir 2023 hanya 57.
Namun, kini jumlahnya sudah mencapai 80. Maka selama 2024, ada 23 pokdakan baru yang berdiri.
Pihaknya tidak tahu secara pasti apakah puluhan pokdakan itu aktif semua atau tidak. Sebab, ada beberapa pokdakan yang dibuat demi mendapat bantuan dari pemerintah. ”Tetapi setelah mendapat bantuan, akhirnya tidak aktif lagi,” imbuhnya.
Hidayat menambahkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk membentuk pokdakan.
Di antaranya, harus memiliki 10 anggota paling sedikit. Kemudian, memiliki usaha budi daya perikanan dan mengantongi rekomendasi dari kepala desa (Kades).
Pihaknya mengakui, Pemkab Bangkalan tidak bisa memberikan bantuan kepada puluhan pembudi daya. Dalihnya, anggaran terbatas. Pemkab hanya memfasilitasi pokdakan agar mendapat bantuan sarana budi daya dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Misalnya, bantuan bibit dan sarana pendukung lainnya. Contohnya, terpal yang dapat digunakan sebagai kolam portabel. ”Tujuannya, meningkatkan produksi hasil budi daya,” kata Hidayat. (din/jup)
Editor : Ina Herdiyana