KOTA, RadarMadura.id – Perkembangannya yang pesat membuat banyak rumah sakit daerah lain yang studi tiru ke RSUD Syamrabu.
Di antaranya, RSUD Ibnu Sina Gresik; RSUD Waluyo Jati, Kraksan, Kabupaten Probolinggo; RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan; dan RSUD Dr. Iskak Tulungagung.
Pemilihan RSUD Syamrabu sebagai tempat studi tiru tentunya tidak lepas dari mutu dan layanan yang meningkat pesat.
Selain itu, pengelolaan manajemen keuangan yang tepat. Sehingga, mampu membangun sarana kesehatan yang fenomenal menggunakan dana badan layanan umum daerah (BLUD).
Di tahun anggaran 2024, RSUD Syamrabu membangun perawatan gedung lima lantai. Dana BLUD yang digelontorkan untuk pembangunan fasilitas itu mencapai Rp 35 miliar lebih. Pembangunannya rampung di akhir tahun ini dan akan segera difungsikan.
”Ada beberapa layanan yang rencananya ditempatkan di gedung baru lima lantai itu. Mulai dari poli penyakit dalam dan layanan yang bersifat diagnostik,” kata Direktur RSUD Syamrabu Farhat Surya Ningrat.
Fasilitas baru itu juga akan difungsikan sebagai ruang rawat inap (ranap). Sebab, selama ini jumlah ruang ranap di RSUD Syamrabu terus meningkat. Sehingga, dibutuhkan penambahan ruang ranap agar layanan semakin maksimal.
Pembangunan infrastruktur kesehatan RSUD Syamrabu tidak berhenti di 2024. Rumah sakit milik Pemkab Bangkalan itu akan kembali membangun dua gedung mercusuar di tahun anggaran 2025. Nilai anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 65 miliar.
”Dua gedung itu sama-sama lima lantai. Yaitu, parkir kendaraan dan ruang perawatan,” sambungnya.
Farhat menambahkan, pesatnya pembangunan infrastruktur tidak lepas dari pengelolaan keuangan yang efisien.
Namun, tidak mengesampingkan mutu layanan kepada pasien. Salah satunya melalui kerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan sarana dan prasarana kesehatan.
”Dengan menggunakan metode KSO dalam penyediaan alat-alat kesehatan, maka kami tidak perlu lagi mengeluarkan biaya kesehatan. Sehingga, bisa lebih hemat,” katanya.
Ada beberapa penyediaan sarpras yang dilakukan dengan metode KSO. Di antaranya, alat kimia klinik vitros 4600, automatic urinalisa DFI, automatic alat imunologi maglumi X3 SNIBE, dan elektrolit Exias.
Kemudian, alat imunologi ichroma III, blood gas analisa (BGA) medica easybloodgas, dan masih banyak lainnya. (jup)