Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bawa Berkah, Warga Porong, Sidoarjo, Tekuni Jasa Jahit Sepatu Penuhi Kebutuhan Keluarga

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 8 Desember 2024 | 14:19 WIB
TELATEN: Sarju menjahit sepatu milik pelanggan di trotoar sebelah barat Jalan Soekarno-Hatta Bangkalan, Jumat (6/12). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
TELATEN: Sarju menjahit sepatu milik pelanggan di trotoar sebelah barat Jalan Soekarno-Hatta Bangkalan, Jumat (6/12). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Dulu keliling, sekarang sudah mangkal. Dulu Sarju mencari pelanggan, kini dia yang dicari pelanggan.

Hasil pekerjaan yang memuaskan membuatnya dipercaya untuk menjahit sepatu dan sandal pelanggan.

Tidak sedikit dari mereka yang kembali untuk menjahitkan sandal dan sepatunya yang lain.

Sarju menjadi tukang jahit sepatu sudah berjalan kisaran 15 tahun.

Usaha jasa tersebut merupakan satu-satunya sumber penghasilan untuk kebutuhan keluarganya di daerah Porong, Sidoarjo.

Sebelumnya, Sarju menjadi tukang sol keliling. Seiring dengan bertambahnya usia, dia mangkal di trotoar Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan.

Dia setiap hari menjahit mulai pukul 06.00 hingga 16.00. ”Saya mulai bujang sudah ada di Bangkalan,” terangnya Sabtu (30/11).

Pria 63 tahun tersebut menjalankan usahanya sejak 2009. Keterampilan menjahit sepatu diperoleh dari temannya.

”Saya sudah 15 tahun menjahit sepatu ini. Saya menekuni untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Jasa jahit sepatu merupakan satu-satunya sumber pendapatan untuk menghidupi istri dan kedua anaknya.

Sarju sangat bersyukur, meskipun pendapatannya tidak menentu. Pekerjaan yang ditekuni ini bisa untuk kebutuhan makan keluarga.

Baca Juga: Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan: Madura Awards 2024 Berkontribusi untuk Kemajuan Pendidikan

”Saya bersyukur, kerjaan apa pun saya tekuni dan telateni demi keluarga,” terangnya.

Pria kelahiran Sidoarjo itu mendapat upah Rp 20 ribu untuk satu pasang sepatu. Dalam sehari dia kadang mendapatkan Rp 50 ribu.

Pendapatan itulah yang digunakan untuk biaya hidup di Bangkalan. Sisanya disisihkan untuk keluarganya di Porong, Sidoarjo.

”Saya tinggal sendirian di daerah alun-alun dan setiap dua minggu sekali pulang untuk ngasih uang ke keluarga di Porong,” paparnya.

Sarju mengaku tetap menekuni menjadi tukang jahit sepatu tersebut karena sudah nyaman.

Pekerjaan inilah yang membawa berkah bagi keluarga. Dia menjalani usaha tersebut dengan telaten, tekun, dan selalu bersyukur.

Sama seperti Suliyanto, dulu Sarju menjual mainan. ”Karena tidak ada modal dan anak saya butuh uang untuk sekolah, jadi terus menjalani usaha menjahit sepatu,” pungkasnya. (din/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sepatu #berkah #menjahit #Sumber Pendapatan #sandal #usaha #tukang sol