BANGKALAN, RadarMadura.id – Usaha budi daya lele kian diminati. Itu seiring dengan tingginya konsumsi masyarakat terhadap ikan tawar tersebut.
Hal itu yang menjadi salah satu alasan Abdul Karim untuk menggeluti usaha pembibitan ikan lele.
Warga Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, itu sudah empat tahun menjalankan budi daya pembibitan ikan lele.
Selain karena hobi, banyaknya pembudi daya pembesaran lele menjadi salah satu alasan dirinya menjalankan usaha tersebut.
”Awalnya berangkat dari hobi dan sebelumnya saya juga menjalankan usaha pembesaran lele,” tutur pria 52 tahun tersebut Sabtu (2/11).
Sebelumnya, Karim pernah menjalankan budi daya pembesaran lele. Namun, usaha itu sempat terhenti, lalu merantau.
Sepulang dari perantauan, Karim berinisiatif untuk membuka usaha lele lagi.
”Karena saya memang suka ternak lele, jadi mulai lagi, tapi pindah ke pembibitan,” ucapnya.
Ayah dua anak itu mengaku belajar budi daya pembibitan ikan tawar itu dari temannya.
Karim beralih dari pembesaran ke pembibitan karena proses perputaran uangnya lebih cepat.
”Kalau pembesaran membutuhkan waktu lima bulan dari awal sampai siap jual. Kalau pembibitan, dua bulan sudah siap jual,” paparnya.
Karim saat ini mempunyai 50 pasang indukan lele. Mulai perkawinan induk dan prosesnya hanya membutuhkan dua bulan hingga siap jual.
”Siang kami kumpulkan jantan dan betinanya. Keesokan harinya sudah bertelur dan menetas,” terangnya.
Dari 50 pasang induk lele tersebut bisa memproduksi 20.000 bibit ikan. Perawatannya mudah dan tidak menghabiskan banyak biaya.
”Setiap penetasan harus bersih dan makanannya diberi cacing sutra. Dengan jumlah 20.000 bibit membutuhkan dua sampai tiga galon,” jelas suami Sama tersebut.
Karim menjual bibit lelenya dengan jumlah ribuan. Harga disesuaikan dengan ukuran. Setiap bulan rata-rata terjual 15.000 ekor bibit.
”Saat ini masih fokus di daerah Bangkalan karena untuk distribusi masih kurang,” pungkasnya. (din/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti