BANGKALAN, RadarMadura.id – Target pendapatan asli daerah (PAD) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan mencapai Rp 74,2 miliar.
Capaiannya baru 76 persen atau Rp 56,8 miliar. Dengan demikian, masih minus Rp 17,7 miliar.
Kepala Dinkes Bangkalan Nur Hotibah menyatakan, PAD yang dikelola lembaganya berasal dari retribusi layanan 22 puskesmas.
Yakni, layanan rawat inap (ranap) dan rawat jalan (rajal) pasien. PAD yang dibebankan pada tiap puskesmas berbeda-beda.
”Sementara target yang paling tinggi yaitu Puskesmas Tanah Merah, Arosbaya, dan Puskesmas Kokop,” jelasnya.
Pemenuhan PAD tidak menemui kendala apa pun. Apalagi, dengan diberlakukannya program universal health coverage (UCH) yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien ke puskesmas.
”UHC meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berobat. Namun, pelayanan di puskesmas tetap ditarik retribusi sesuai dengan indikasi penyakit pasien,” terangnya.
Mantan Kepala Puskesmas Kamal itu mengaku yakin bisa menenuhi target PAD yang dibebankan lembaganya.
Sebab, tren masyarakat yang berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) milik pemerintah terus meningkat.
”Kami juga mengimbau ke setiap masyarakat apabila ada permasalahan kesehatan segera mendatangi puskesmas terdekat,” paparnya.
Kepala Puskesmas Burneh Bangkalan Saiful Hidayat mengaklaim capaian PAD di Puskesmas Burneh sampai saat ini sekitar 80 persen.
Pendapatan tersebut berasal dari layanan yang tidak ter-cover UHC. ”Salah satunya yang tidak ter-cover UHC korban kecelakaan,” terangnya. (c5/jup)
Editor : Ina Herdiyana