BANGKALAN, RadarMadura.id – Delapan puskesmas di Bangkalan diajukan mendapat program revitalisasi instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).
Namun, hanya lima puskesmas yang dipastikan mendapat program pembangunan sarana pengolahan limbah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun anggaran 2025.
Yakni, Puskesmas Socah, Kedungdung, Burneh, Arosbaya, dan Banjar. Sedangkan yang belum mendapat program revitalisasi IPAL adalah Puskesmas Kokop, Klampis, dan Blega.
Pewakilan dari Kemenkes sudah melakukan survei di lima kecamatan yang akan dibangun IPAL tahun depan.
Kepala Puskesmas Kedungdung Ratna Erianti mengakui sudah mengetahui lembaga yang dipimpin menjadi penerima program revitalisasi IPAL tahun anggaran 2025.
Selama ini, Puskesmas Kedungdung menjadi salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) milik pemerintah yang tidak memiliki IPAL.
Perwakilan dari Kemenkes sudah melakukan survei ke lembaganya. Namun, salah satu kendala yang dihadapi lembaganya untuk dibangun IPAL adalah ketersediaan lahan. Sedangkan pembuangan limbah cair selama ini ditampung di septic tank.
Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Aris Budhiarto menyatakan, Puskesmas Kokop, Klampis, dan Blega sebenarnya sudah memiliki sarana pengolahan limbah cair.
Namun, IPAL yang teredia butuh peningkatan kapasitas. ”Juga ada yang rusak sehingga butuh perbaikan,” ujarnya.
Pria berkacamata itu tidak menampik pembangunan IPAL di Puskesmas Kedungdung terkendala lahan. Namun, pembangunan IPAL tetap akan dilakukan. Yakni, mengorbankan ruangan untuk dibongkar dan dibangun IPAL.
”Karena menjadi suatu keharusan bagi puskesmas untuk mempunyai IPAL,” ujarnya.
Pembongkaran gedung Puskesmas Kedungdung untuk pembangunan sarana pengolahan limbah sudah didiskusikan.
Dua gedung yang akan dibongkar tidak akan mengganggu layanan di faskes terlekat di Desa Patereman, Kecamatan Modung, itu.
”Kalau bukan ruang UGD dan rawat inap itu bisa digunakan pembangunan IPAL,” terangnya.
Aris juga memastikan, pembagunan IPAL tersebut akan terealisasi karena sudah ditentukan dan disepakati oleh pemerintah pusat.
Pihaknya memprediksi, pembangunannya akan dilakukan pertengahan 2025. (c5/jup)
Editor : Ina Herdiyana