BLEGA, RadarMadura.id – NWW (inisial) digerebek warga saat berduaan dengan seorang perempuan yang sudah bersuami di Dusun Jureng Buluh, Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Selasa (8/10) malam.
Saat digerebek, pemuda asal Desa Madupat, Kecamatan Camplong, Sampang, tersebut mendapat bogeman dari warga.
Aksi main hakim sendiri itu terekam video dan tersebar luas. Penggerebekan sejoli tersebut terjadi sekitar pukul 22.00.
”Tadi malam memang ada penggerebekan istri orang yang berduaan di rumahnya dengan pria asal Sampang,” ucap sumber koran ini.
Penggerebekan dilakukan oleh warga setempat beserta perangkat Desa Lombang Dajah. Sebelum kejadian, warga melihat AN menerima tamu laki-laki yang tidak familier hingga berjam-jam di rumahnya. Hal tersebut terjadi beberapa kali hingga membuat warga melakukan penggerebekan.
”Karena posisi perempuan ini sudah punya suami yang sedang merantau ke Jakarta,” imbuhnya.
Kades Lombang Dajah Muhammad Munasik membenarkan adanya penggerebekan warganya di salah satu rumah warga berinisial AN.
Pria yang ditemukan berduaan dengan perempuan bersuami dan memiliki dua anak tersebut merupakan warga Desa Madupat, Kecamatan Camplong, Sampang.
Saat dihubungi Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Munasik memastikan bahwa persoalan itu diselesaikan dengan cara kekeluarga. ”Sudah selesai secara kekeluargaan dan sudah dijemput oleh kepala desanya,” katanya.
Munasik membenarkan AN sudah memiliki suami yang saat ini tengah merantau ke Jakarta. Warga yang memergoki keduanya memang sempat memukuli pria asal Sampang tersebut. Namun, warga bisa mengendalikan emosinya.
”Untuk nama yang pria, kami tidak tahu pasti karena kami hanya mengamankan dan langsung dijemput oleh kepala desanya,” imbuhnya
Kapolsek Blega Iptu Syamsuri menyatakan, pria berinisial NWW itu masuk ke rumah AN sekitar pukul 18.00. Warga sudah mencurigai gerak-gerik pria tersebut sehingga melakukan penggerebekan.
Persoalan itu tidak diproses secara hukum lantaran pihak keluarga AN tidak melapor dan sepakat diselesaikan secara kekeluargaan.
”Suaminya tidak mau melapor sehingga tidak bisa kami proses secara hukum. Cuma kami meminta jika nanti ada kejadian seupa jangan sampai warga melakukan penganiayaan,” urainya. (za/jup)
Editor : Achmad Andrian F