BANGKALAN, RadarMadura.id – Calon sekretaris kabupaten (Sekkab) Bangkalan mengerucut kepada tiga nama.
Yakni, Ahmat Hafid, Bambang Budi Mustika, dan Ismet Effendi. Ketiganya peraih nilai tertinggi dalam seleksi yang dilakukan timsel.
Ketua Timsel Pengisian Sekkab Bangkalan Safi’ menyatakan, tiga nama memperoleh nilai tertinggi dalam seleksi sudah diserahkan kepada Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie.
Sebab, dia merupakan pejabat pembina kepegawaian (PPK) di Bangkalan.
Penentuan tiga nama itu didasarkan pada hasil penilaian secara akumulatif dari empat aspek. Yakni, asesmen, pembuatan makalah, penilaian rekam jejak, dan tes wawancara.
”Timsel mengambil peringkat satu sampai tiga,” ujar pria yang juga rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu.
Kepala BKPSDA Bangkalan Ari Murfianto membenarkan, tiga peraih nilai terbesar dalam seleksi Sekkab sudah diajukan kepada Pj Bupati.
Selanjutnya Pj Bupati akan membuat laporan pelaksanaan seleksi pada Badan Kepegawaian Negara (BKN).
”Pelaporan yang disampaikan itu mulai dari awal hingga akhir seleksi,” ujarnya.
Setelah seleksi yang dilakukan dianggap sesuai dengan prosedur oleh BKN, maka ditindaklanjuti dengan proses penetapan salah satu peserta yang akan terpilih menjadi Sekkab.
Baca Juga: Uang Palsu Beredar di Pasar Blega, Polisi Imbau Korban Segera Melapor
Pasca tahap itu tuntas, maka proses berikutnya pengajuan izin kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
”Setelah mendapat izin Kemendagri, baru dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan kepada Sekkab terpilih,” kata Ari.
Sementara Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie mengakui sudah mendapat laporan tentang tiga nama peraih nilai tertinggi dalam seleksi Sekkab.
Selama proses seleksi berlangsung, pihaknya tidak cawe-cawe.
Dengan begitu, tiga nama peraih nilai tertinggi merupakan hasil kerja dari timsel. Objektivitas dari seleksi yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.
”Kita memang pasrahkan sepenuhnya kepada timsel agar proses seleksinya fair dan independen,” imbuhnya.
Arief memaparkan Sekkab memiliki tugas yang tidak mudah. Yakni, harus menguasai tentang anggaran.
Sebab, Sekkab secara otomatis menjadi tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Kemudian, harus memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan efektif dan efisien.
”Sekkab juga harus menjadi monitor bagi semua OPD,” sambungnya.
Sekkab juga harus memiliki jiwa problem solving. Sehingga, setiap terjadi permasalahan di semua OPD, bisa terselesaikan. Serta menjadi supporting bagi kepala daerah.
”Karena tidak semua kepala daerah memahami tentang anggaran tata kelola pemerintahan sebagaimana sudah ditentukan pemerintah,” imbuhnya.
Pihaknya tidak akan memilih satu di antara peserta seleksi yang lolos ke tiga besar.
Namun, ketiganya akan diajukan semua ke BKN. Sehingga, BKN yang akan menentukan sosok Sekkab yang akan menjadi jembatan kepala daerah.
”Tentu nantinya juga akan kami lampiri track record-nya, pengalaman tugas, masa kerja, dan sebagainya,” katanya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia