BANGKALAN, RadarMadura.id – Disnak Bangkalan mengelola empat lembaga layanan kesehatan hewan (keswan). Yakni, Puskeswan Socah, Galis, Burneh, dan Bangkalan.
Empat lembaga itu ditarget untuk menyumbang retribusi Rp 60 juta, tapi pendapatan yang disetor baru Rp 46,3 juta.
Kabid Keswan Disnak Bangkalan Ali Makki menyatakan, pendapatan yang disumbangkan lembaganya tidak hanya berasal dari rumah potong hewan (RPH). Namun, juga puskeswan.
Penarikan retribusi itu sudah diatur dalam peraturan daerah (perda). Retribusi yang dipungut berasal dari biaya jasa dan obat hewan.
Besaran retribusi yang ditarik tidak sama antara layanan di puskeswan dan di rumah warga.
”Rata-rata hewan seperti kucing yang dibawa langsung ke puskeswan,” imbuhnya.
Makki memaparkan, ada beberapa jenis hewan yang bisa mendapat layanan kesehatan di puskeswan. Yakni, kambing, sapi, kucing, dan hewan unggas.
Besaran tarif yang dipungut terhadap pemilik hewan tidak sama dibandingkan dilakukan di rumah.
”Bergantung jaraknya. Kalau sapi tarifnya Rp 70 ribu. Mengenai jarak 0–5 kilometer ada penambahan biaya Rp 10 ribu,” jelasnya.
Saat ini, sambung Ali, target retribusi pelayanan keswan Rp 60 juta. Di akhir triwulan ketiga realisasinya baru 77 persen. Dengan demikian masih minus Rp 13,7 juta.
Selama ini upaya untuk memenuhi target PAD sudah dilakukan, yakni dengan menargetkan pendapatan Rp 5 juta per bulan.
”Setiap bulan terpenuhi dan saat ini sudah terkumpul Rp 46,3 juta,” sambungnya.
Pihaknya optimis PAD yang dibebankan bisa terpenuhi. Sebab, lembaganya masih memiliki waktu tiga bulan untuk bisa memenuhi target pendapatan yang dibebankan.
”Yang dilayani bukan hanya pengobatan, juga ada pelayanan inseminasi buatan (IB) dan sapi hendak melahirkan,” katanya. (c5/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia