BANGKALAN, RadarMadura.id – Abdur Rosyid ketiban berkah para pencinta burung.
Pasalnya, warga Dusun Jati Raya, Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Bangkalan, itu bisa meraup uang hingga Rp 20 juta sebulan.
Pendapatan itu dia peroleh dari kerajinan membuat sangkar burung.
Dia menggeluti kerajinan sangkar burung perkutut sudah berjalan 15 tahun.
Awalnya hanya produksi sangkar mentahan. Kini sudah bisa produksi sangkar fiber mayangkara ukir.
”Saya mulai ngecat sudah tiga tahunan dari 2021,” ungkap Abdur Rosyid kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Sabtu (14/9).
Rosyid mengungkapkan, dirinya bergelut sebagai perajin sangkar burung sudah lumayan lama.
Sebab, kerajinan tersebut turun-temurun dari keluarganya. Namun, Rosyid bisa mengembangkan usaha tersebut dari yang awalnya hanya membuat mentahan bisa produksi bahan jadi.
”Saya pertama belajar ngecat di 2021 pada teman di Surabaya,” kenangnya.
Sampai saat ini Rosyid memproduksi tiga jenis sangkar. Yaitu fiber mayangkara, jenis halus dan yang kasar, serta jenis sangkar burung puter.
Setiap menggarap, Rosyid bisa menghasilkan 20 sangkar burung. Puluhan sangkar membutuhkan waktu empat hari.
”Paling cepat empat hari. Kalau lagi santai paling lama satu minggu selesai,” terangnya.
Dalam memproduksi, Rosyid dibantu empat karyawan. Setiap hari Rosyid bisa menjual 50 sangkar burung. Setiap minggu bisa sekitar 200 sangkar.
”Ada empat karyawan. Dua fokus di pembuatan mentahan, duanya pengecatan,” paparnya.
Sangkar burung hasil kerajinan suami Nurfadilah tersebut didistribusikan ke toko di Madura.
Hasil kerajinannya mudah dijumpai di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Untuk setiap produk, Rosyid membanderol mulai dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. ”Per bulan perkiraan bisa dapat Rp 20 juta,” pungkasnya. (c5/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti