BANGKALAN, RadarMadura.id - .Persoalan stunting di Pulau Madura menjadi salah satu perhatian besar akademisi kampus. Salah satunya melalui pengabdian masyarakat (Abdimas), seperti yang yang dilaksanakan oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (Fisib) Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Kegiatan ini juga didukung dan didanai oleh DRTPM Ditjen Dikti Kemdikbud pada tahun anggaran 2024.
Kegiatan dengan tema Psiko Edukasi Sadar Gizi melalui pengolahan MPASI (makanan pendamping ASI) berbahan lokal sebagai prevalensi stunting di Madura, khusunya di Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari sejak Kamis-Jumat (19-20/9) di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan. Kegiatan itu menyasar kelompok masyarakat, yakni kader posyandu dengan tujuan memberikan keterampilan pengolahan MPASI.
Baca Juga: BSI Raih Best Practices in Regulation Compliance dalam Anugerah ESG Republika Award 2024
Kegiatan diawali dengan memberikan penyuluhan gizi balita untuk meningkatkan pemahaman para kader tentang MPASI dan stunting. Kemudian, mereka juga dibekali dengan keterampilan yang dilakukan pada hari berikutnya.
Kader posyandu juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan ahli gizi dan kesehatan terkait pemberian MPASI pada balita, untuk mencegah terjadinya stunting.
Pelatihan yang diikuti 20 peserta posyandu itu juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, aparat desa, tenaga kesehatan, dan kepala puskesmas selaku pengawas posyandu. Sementara dari pihak kampus dihadiri oleh tiga dosen yang menjadi fasilitator kegiatan tersebut.
"Alhamdulillah ini kegiatan yang sangat bermanfaat karena diikuti oleh kader kami. Kami berharap mereka dapat menerapkan pemberian MPASI, apalagi Posyandu Jaddih lumayan besar dan beberapa balita ada yang terindikasi stunting" ujar kepala Puskesmas Jaddih Dr. Purwati.
Stunting diharapkan bisa menurun sebab 2025 mendatang, Desa Jaddih menjadi lokasi khusus (lokus) stunting. Dia juga berharap kerjasama dengan UTM terus berkelanjutan, dan pihaknya akan mendukung kegiatan kampus yang berkaitan dengan stunting.
Baca Juga: Kemandirian Ekonomi Jadi Prioritas Pj Bupati Sampang Lakukan Berbagai Terobosan
Yuni, salah satu peserta kegiatan mengaku senang setelah mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan akan diterapkan dalam kegiatan posyandu. Dia juga berharap kegiatan tersebut bisa dilaksanakan secara periodik untuk mengurangi bertambahnya stunting di Desa Jaddih.
"Kegiatan ini penting untuk memberikan motivasi sekaligus inspirasi dalam menggerakkan kader posyandu, untuk sama-sama memerangi stunting," ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Abdul Ghofar, tokoh masyarakat desa setempat. Dia berharap kader posyandu dapat menerapkan hasil pelatihan pengabdian, yang diarahkan untuk merubah perilaku masyarakat kaitannya dengan stunting.
"Semoga menjadi perhatian bersama baik Pemkab Bangkalan dan pelaksana kesehatan dengan harapan stunting berkurang dan membaik," ujarnya.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Lailatul Muarofah Hanim mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk psiko edukasi yang dilakukan untuk menghasilkan keterampilan baru bagi kader posyandu.
Dengan demikian, mereka akan memiliki kemampuan untuk mengolah produk MPASI menggunakan bahan-bahan lokal menggunakan peralatan digital yang diberikan oleh pihak Abdimas.
"Kami harap para kader dapat menukarkan kemampuan ini kepada semua ibu yang memiliki anak balita," tandasnya. (za/dry/par)
Editor : Hendriyanto