Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

JPRM Dukung Bangkalan Jadi Sentra Baru Tembakau di Madura

Ina Herdiyana • Selasa, 24 September 2024 | 13:20 WIB

 

KOMPAK: Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie, Direktur JPRM Abdul Aziz, Dandim 0829 Letkol (Inf) Nanang Fathurrozi, dan Ketua DPD APTI Bangkala M. Sugianto saat panen perdana tembakau di Desa Alasrajah.
KOMPAK: Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie, Direktur JPRM Abdul Aziz, Dandim 0829 Letkol (Inf) Nanang Fathurrozi, dan Ketua DPD APTI Bangkala M. Sugianto saat panen perdana tembakau di Desa Alasrajah.

BANGKALAN, RadarMadura.id – Direktur Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Abdul Aziz menegaskan akan terus mengawal pembangunan dan kemajuan Pulau Garam. Termasuk, mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Hal itu disampaikan Abdul Aziz seusai melakukan panen perdana tembakau di lahan percontohan atau demplot milik Dinas Perkebunan (Disbun) Jatim di Desa Alasrajah, Kecamatan Blega, Bangkalan, kemarin.

Menurut dia, konsep kolaborasi yang melibatkan lima komponen penting yang dikenal dengan pentahelix itu sering diterapkan agar target kian sukses dan hasilnya maksimal.

”Karena itu, sebagai media yang lahir dan besar di Madura, JPRM harus berkontribusi aktif untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani tembakau,” katanya.

Menurut dia, jika berbicara tentang kesejahteraan Madura, hal itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, memalinkan tanggung jawab semua pihak.

Karena itu, pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media harus bersatu. ”Komitmen kami (JPRM) jangan diragukan lagi. JPRM akan terus mengawal kesejahteraan masyarakat Madura,” tegas Aziz.

Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bangkalan Moh. Sugianto mengatakan, luas lahan demplot Disbun Jatim di Desa Alasrajah mencapai dua hektare.

Namun, jumlah lahan tembakau selain demplot yang ada di Bangkalan sekitar 12,5 hektare. ”Pada panen perdana ini, kami sengaja mengundang berbagai pihak. Tujuannya, agar publik tahu bahwa lahan di Bangkalan juga bisa ditanami tembakau,” tuturnya.

Dia berpendapat, secara geografis, struktur tanah di Madura pada umumnya sama. Karena itu, Bangkalan juga memiliki potensi dan menjadi daerah penghasil tembakau seperti tiga kabupaten lainnya di Madura. Yakni, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

”Tinggal bagaimana petani dibina dan dimotivasi. Panen perdana bertajuk Pejuang Tembakau, Bertani Sejahtera ini menjadi simbol bahwa Bangkalan ke depan juga siap menjadi sentra baru tembakau,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie menambahkan, aspirasi APC APTI Bangkalan akan diperhatikan.

Dia mengatakan, pemkab tidak akan lepas tangan setelah petani di Kota Salak mulai semangat menanam tembakau.

Tentu akan didukung melalui program-program strategis demi kemajuan petani ke depan. ”Misalnya, pekan ini akan kami fasililtasi untuk studi banding ke Jember. Dengan demikian, petani bisa belajar dan produktivitas tembakau mereka kian meningkat,” paparnya.

Dia menjelaskan, tembakau Bangkalan tidak kalah dengan daerah lain. Karena itu, dia meminta petani tetap semangat dan terus meningkatkan produktivitas tanaman tembakau.

”Kalau perlu kita belajar cara membuat cerutu. Sebab, kualitas tembakau Bangkalan bagus. Saya ingin petani fokus bekerja dan meningkatkan perekonomian. Saya ingin petani semakin sejahtera,” tandasnya. (yan)

 

Editor : Ina Herdiyana
#tembakau #bangkalan #blega #jprm #Peningkatan #Petani #madura #kesejahteraan #apti