BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangkalan belum mendapat penambahan penyuluh perikanan.
Sejak 2022, penyuluh yang ada di Bangkalan hanya 15 orang. Statusnya PNS, PPPK, dan penyuluh perikanan bantu.
Kabid Pemberdayaan Nelayan DKP Bangkalan Huzaimah menyatakan, penyuluh perikanan direkrut langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sebab itu, pihaknya belum bisa memastikan akan ada penambahan jumlah SDM penyuluh atau tidak.
”Penambahan penyuluh perikanan bukan daerah, tapi pusat,” ujarnya Selasa (17/9).
Penambahan penyuluh perikanan diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Jika disetujui, pemerintah pusat akan menambahnya.
Sedangkan 15 SDM penyuluh yang ada saat ini meng-cover tugas di 18 kecamatan.
”Kami belum mengajukan penambahan karena penyuluh perikanan yang ada masih terbilang cukup,” katanya.
Anggota DPRD Bangkalan Abdul Aziz mengatakan, diskan harus memaksimalkan peran penyuluh perikanan. Sehingga, produktivitas perikanan tawar atau payau bisa meningkat.
”Manfaatkan penyuluh perikanan dengan maksimal agar keberadaannya bisa dirasakan masyarakat. Khususnya pembudi daya perikanan,” katanya. (za/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia