Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lanjutkan Usaha Keluarga Beromzet Ratusan Juta, Siswa SMK Negeri di Bangkalan Tekuni Bisnis Batik Madura

Hera Marylia Damayanti • Senin, 9 September 2024 | 20:48 WIB
WARISAN KELUARGA: Sari Asih Jayanti menunjukkan batik tulis Madura karyanya di butik di Jalan Raya Ketengan, Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Sabtu (24/8). (IMAMUDIN/JPRM)
WARISAN KELUARGA: Sari Asih Jayanti menunjukkan batik tulis Madura karyanya di butik di Jalan Raya Ketengan, Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Sabtu (24/8). (IMAMUDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Batik unik dan menarik. Karya seni ini tetap lestari berkat regenerasi yang terus berjalan.

Tidak sedikit pembatik muda di Madura. Salah seorang di antaranya adalah Sari Asih Jayanti.

Siswa kelas XII SMKN 2 Bangkalan itu menekuni usaha batik tulis Madura warna alam.

Usaha tersebut merupakan warisan turun-temurun keluarga. Dari usahanya tersebut Sari bisa meraup omzet hingga ratusan juta per bulan.

Produksi batik itu sudah berjalan puluhan tahun. Jenis batik yang diproduksi merupakan batik tulis tradisional Madura dengan motif warna alam.

”Sudah puluhan tahun buka usaha ini. Mulai dari masa kakek sampai sekarang, tapi saya gak tahu udah berapa tahun,” ungkap Sari Asih Jayanti pada JPRM Sabtu (24/8).

Putri pasangan Abdul Mokib dan Lisa Pratami itu belajar membatik dari ayah dan ibunya.

Dalam proses pembuatan batik tulis Madura masih menggunakan cara tradisional dan dilakukan secara mandiri. Juga masih dibantu oleh orang tuanya.

”Batik yang kami produksi itu batik tradisional khas daerah di Madura, seperti khas Bangkalan dan Pamekasan,” paparnya.

Tempat produksi sekaligus kios menjual hasil produksinya terletak di pinggir Jalan Raya Ketengan, Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan.

Sari dalam memproduksi batik tidak menentu karena disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca Juga: Suka Nonton Kaiju No. 8? Coba Tonton Anim yang Mirip Ini, Pasti Kamu Kepincut Sejak Episode 1

”Jika banyak yang laku, hampir setiap hari produksi,” imbuhnya.

Photo
Photo

Menurut dia, waktu proses produksi batik bermacam-macam. Sesuai dengan jenis dan kualitas batik yang akan diproduksi.

Ada yang dalam waktu satu hari selesai. Namun, juga ada yang butuh waktu berbulan-bulan.

Sampai saat ini Sari menjual batik tulis hanya di dalam daerah. Setiap satu kain batik karyanya dibanderol dengan beberapa varian harga.

Mulai Rp 80 ribu, Rp 400 ribu, sampai ada yang Rp 1 juta lebih per potong.

”Yang harga Rp 80 ribu jenis kainnya biasa dan pewarnaannya juga biasa. Kalau yang harga Rp 1 juta, proses pembuatannya bisa berbulan-bulan. Jadi kualitasnya beda,” terangnya.

Sari mengungkapkan, setiap hari batik tulis hasil karyanya bisa terjual puluhan potong.

Dari penjualan itu dia bisa meraup pendapatan Rp 3 juta–Rp 8 juta.

”Biasanya yang rame pas weekend dan hari raya besar. Kalau bulan Idul Fitri dan hari raya lainnya, biasanya bisa mencapai Rp 8 juta sehari,” ungkapnya. (c5/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#siswa #warna alam #warisan #batik tulis #madura #usaha #trdisional #SMKN 2 Bangkalan