BANGKALAN, RadarMadura.id – Buah jeruk merupakan tanaman tahunan yang berasal dari Asia. Bentuknya yang bulat dengan warna kulit sedikit oranye menandakan buah siap konsumsi.
Selain itu, ciri jeruk yang sudah matang terlihat dari teksturnya yang empuk saat disentuh.
Pembudi daya jeruk Moh. Romli memiliki kurang lebih 100 pohon jeruk jenis harum manis. Jeruk ini memiliki rasa yang sedikit manis dan segar.
Proses budi daya jeruk dinilai gampang-gampang susah. Untuk daerah Madura, khususnya Kecamatan Kamal, hanya perlu menjaga kandungan tanah saat proses tanam pertama. Tanah harus tercampur pupuk kandang sebelum bibit dimasukkan.
”Untuk tanah itu ada prosesnya. Jadi harus dicangkul dulu, dibuat gundukan yang sudah dicampur pupuk kandang, sehingga gembur. Kalau tanah padat kurang bagus,” tambahnya.
Masa tanam jeruk dari pembibitan berkisar tiga tahun untuk bisa berbuah. Masa tanam pertama, harus disiram setiap hari hingga masa musim hujan. Pohon jeruk harus dibiarkan tegak dengan dibantu kayu penyangga.
”Kedalaman bibit harus 20 sentimeter dari permukaan tanah dan diberi patok supaya benih akarnya tidak patah,” jelasnya.
Dari masa tanam tersebut, pohon akan berbuah pada usia tiga tahun. Masa panen bisa dua kali dalam satu tahun. Jarak panen bisa tujuh hingga delapan bulan bisa petik kembali.
”Biasanya, kalau saya, sekali panen bisa 25 kilogram,” ungkap pria yang juga ketua Kelompok Tani Tunas Tiga itu.
Rohman menyampaikan, ciri buah yang sehat adalah yang matang di pohon. Cirinya, jeruk saat disentuh akan empuk dan warna kulit kuning. Ukurannya sekepal tangan orang dewasa.
”Ada yang jeruk kuning karena cahaya matahari, itu kadang sudah copot dari rantingnya. Sebenarnya yang manis itu matang di pohon,” ungkapnya.
Perawatan jeruk hanya perlu menjaga kandungan air. Apalagi tumbuh di kondisi tanah yang sedikit kering. Sehingga, tindakan penyiraman perlu dilakukan seminggu dua kali.
”Lahan harus basah dengan pemberian pupuk cair sebulan sekali. Kalau terlalu sering diberi pupuk juga tidak baik, bisa panas tanahnya. Karena tanah di sini sudah panas,” jelasnya.
Pria 47 tahun itu juga tidak memungkiri pohon jeruk juga bisa terserang hama sejenis serangga. Akibatnya, jeruk akan terisi kapang dan tidak airnya.
Untuk itu, dia mengatasinya dengan penyemprotan obat hama khusus. ”Kalau penyemprotan itu kondisional,” terangnya. (ay/luq)
Editor : Achmad Andrian F