BANGKALAN, RadarMadura.id – Memiliki usaha yang terus berkembang adalah target semua pedagang.
Seperti rujak soto milik Nurul Uswatun Hasanah. Dari berjualan di lincak hingga membuka kedai sendiri.
Perempuan asal Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, tersebut menjual aneka rujak.
Usaha tersebut merupakan rintisan dari orang tuanya yang kembali dilanjutkan. Tepatnya pada tahun 2018.
”Usaha rujak ini ada sejak saya masih kecil. Sempat vakum, tapi sekarang saya lanjutkan,” katanya Jumat (9/8).
Jenis rujak yang dia jual cukup beragam. Rujak kacang, rujak soto, rujak petis, rujak bihun, rujak buah, dan rujak aneka olahan daging.
Harganya dibanderol dari Rp 8 ribu hingga Rp 27 ribu. Itu bergantung isian rujak.
”Paling mahal itu rujak komplet yang ada iganya, eso, dan lainnya. Kalau yang murah itu rujak bihun,” tambahnya.
Perempuan berusia 26 tahun itu sebelumnya sempat pesimistis. Sebab, penjual rujak di Kota Salak cukup banyak.
Namun, dirinya yakin. Bahan rujaknya dipertimbangkan dengan memilih kualitas terbaik.
”Bahan yang saya pakai tidak sembarangan, seperti keripiknya asli Pamekasan, kacang dan petis asli Madura. Alhamdulillah, berkembang sampai sekarang,” jelasnya.
Baca Juga: Penampilan Karnaval RSIA Glamour Paling Memukau, Tingkatkan Gairah Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat
Menurut dia, sebelum ramai hingga sekarang dia sempat berjualan menggunakan lincak.
Namun, berkembangnya usaha hingga menghasilkan Rp 500 ribu, kini bisa membuka kedai.
”Saya percaya jalan yang diberikan oleh Allah hingga saya bisa membeli kulkas, dan membangun kedai ini. Yang penting positif, biar Allah rida,” pungkas pemilik Rujak Rumah Althaf itu. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana