BANGKALAN, RadarMadura.id – Nasib nahas dialami dua pemuda asal Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, yakni Saifulloh dan Bayu Ainur Riski.
Keduanya tewas setelah terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya Desa Sabiyan, Kecamatan Kota Bangkalan, Sekitar pukul 23.30, Sabtu (17/8).
Banit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan Aiptu Buchori membenarkan adanya laka lantas yang menewaskan dua siswa SMKN 1 Arosbaya itu.
Motor Honda Megapro dengan nomor polisi (nopol) M 5274 HH yang dikemudikan keduanya menghantam pikap bernopol M 8195 NC. ”Kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya.
Laka lantas itu terjadi pada saat sepeda motor yang dikemudikan Saifulloh, 16, dan Bayu Ainur Riski, 16, melintas dari selatan ke utara.
Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), sepeda motor Megapro yang dikemudikan korban adu moncong dengan pikap yang dikemudikan Mudiyat, 51, warga Kecamatan Rubaru, Sumenep. ”Penyebab kecelakaannya masih terus kami dalami,” sambungnya.
Korban Saifulloh tewas di TKP. Sementara rekannya, Bayu Ainur Riski, sempat dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk mendapat perawatan medis.
Namun, nyawanya tidak tertolong. ”Untuk pengendara sepeda motor satu orang meninggal di TKP dan satu orang di rumah sakit.
Kepala SMKN 1 Arosbaya Rita Oktavianty mengakui dua pelajar yang tewas merupakan perserta didiknya. Pihaknya sudah sering mewanti-wanti agar siswanya berhati-hati dalam berkendara. ”Tadi pagi (kemarin) saya mendengar informasi meninggalnya dua siswa kami,” katanya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana