BANGKALAN, RadarMadura.id - Ikan lele merupakan jenis ikan air tawar yang cukup populer. Baik sebagai bahan konsumsi maupun investasi bisnis.
Di Bangkalan, Jawa Timur, budidaya lele ini cukup menjanjikan. Karena permintaan yang terus meningkat.
Kabid Budi Daya Perikanan Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan Achmad Hidayat Kurniawan mengatakan sejauh ini hasil budidaya lele di Bumi Dzikir dan Sholawat itu belum mampu memenuhi tingginya permintaan.
Sehingga tidak jarang harus mendatangkan lele dari luar Bangkalan. Hal itu menunjukkan jika peminat lele di Bangkalan cukup tinggi.
”Asumsinya, untuk memenuhi konsumsi sepuluh persen dari penduduk Bangkalan, dalam sehari membutuhkan 10 ton lele,” kata Iwan kepada Jawa Pos Radar Madura.
Menurutnya, sebagian besar permintaan ikan lele di Kota Salak berasal dari rumah makan, pengolah ikan, dan pedagang kaki lima (PKL).
Tingginya permintaan ikan lele tersebut sejatinya kabar baik bagi masyarakat Bangkalan untuk menambah penghasilan. Bahkan diberbagai daerah juga kebutuhan lele tidak terpenuhi.
”Potensi lele ini untuk ladang usaha besar. Mulai dari pembibitan hingga pembesaran. Karena hasil produksi di Bangkalan belum bisa mencukupi tingginya permintaan,” sebutnya.
Dijelaskan Iwan, dengan perkembangan teknologi cara atau sistem budidaya ikan lele saat ini sebenarnya tidak begitu sulit.
Bahkan bisa meningkatkan efisiensi, produktivitas dan kualitas hasil panen. Tentu dengan pola perawatan yang baik dan benar.
”Sekarang kan sudah banyak metode budidaya lele yang modern. Ini juga membantu meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Tinggal mau belajar atau tidak,” tegas Iwan.
Salah seorang pembudidaya ikan lele Bangkalan Eko Cahyono menyebut peluang bisnis lele di Bangkalan memang sangat terbuka. Menurutnya, permintaan pasar belakangan memang cukup tinggi.
”Permintaan pasar di Bangkalan mulai meningkat. Kalau bicara potensi, sangat potensi. Ada 13 pembudidaya ikan lele yang penjualannya melalui saya. Itupun kadang belum bisa mencukupi permintaan,” ungkap warga Kemayoran, Bangkalan itu. (c3)
Editor : Hendriyanto