BANGKALAN, RadarMadura.id – Satu kerangka manusia yang ditemukan di perairan Desa Lembung Peseser, Kecamatan Sepulu, masih disimpan di ruang pemulasaraan jenazah RSUD Syamrabu.
Polisi masih kesulitan melakukan identifikasi tulang belulang manusia itu karena minim identitas.
Kasatpolairud Polres Bangkalan Iptu Muarib mengutarakan, identifikasi kerangka manusia itu terus dilakukan.
Namun, hingga saat ini belum ada warga yang mengenali tanda-tanda yang ada pada kerangka manusia yang diprediksi berusia 30–40 tahun tersebut.
”Minim identitas karena hanya tulang belulang saja tanpa baju dan identitas pengenal lainnya,” ujarnya Rabu (31/7).
Muarib mengaku intens berkomunikasi dengan Satpolairud Polres Gresik agar keluarga korban nelayan yang mengalami kecelakaan Juni lalu datang ke Bangkalan.
Namun, karena minim identitas, sangat sulit dilakukan pencocokan oleh pihak keluarga.
”Karena kerangka mayat ini minim identitas sehingga tidak bisa dikenali,” sambungnya.
Jika dalam sepekan keluarga kerangka manusia itu ditemukan, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak RSUD Syamrabu.
Yakni, akan dikebumikan secara layak. ”Kalau keluarganya atau identitas belum kami temukan, maka akan dikuburkan,” sambungnya.
Sekadar informasi, ada 16 nelayan asal Kabupaten Gresik yang mengalami kecelakaan laut di perairan Kecamatan Sepulu.
Mereka sempat berteduh di area Hull Rig Taurus II, perusahaan pengeboran minyak yang sudah lama tidak beroperasi. Pada saat berteduh, sebagian nelayan tertimpa kontainer. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana