BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan merevitalisasi kios pedagang Pasar Kamal. Anggaran yang digelontorkan Rp 175 juta.
Proyek revitalisasi tersebut diduga dikerjakan asal-asalan. Buktinya, hasil dari pengerjaan proyek tersebut sudah retak.
Rehabilitasi yang dilakukan juga menyeluruh terhadap kios pedagang yang terkena dampak kebakaran pada 2023.
Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalan Dhenis Pribadi menjelaskan, proyek revitalisasi itu dikerjakan CV Setia.
Anggaran yang digelontorkan Rp 175 juta. Sedangkan pengerjaannya sudah rampung.
”Minggu kemarin saya cek (pengerjaan proyek) finishing. Sekarang selesai kalau sudah tidak ada pekerjaan,” ujarnya Rabu (24/7).
Ada 18 kios pedagang yang direhabilitasi karena terdampak kebakaran. Sementara yang masuk rehabilitasi berat sekitar 10 kios.
Pihaknya tidak menampik rehabilitasi yang dilaksanakan di kios yang terbakar tidak total.
”Kami memprioritaskan yang rusak parah. Jadi, beberapa kios memang hanya dilakukan plesteran. Kalau ada yang (kondisinya) retak mungkin secara struktur itu (masih) baik. Jadi, kami cat saja,” jelasnya.
Dhenis tidak memungkiri adanya pengerjaan rehabilitasi salah satu kios tidak sampai tuntas.
Pihaknya menduga, pemilik kios tidak mau direlokasi selama rehabilitasi berlangsung. Juga disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
Baca Juga: Anggaran Pengadaan PJU Ngendon, Dishub Bangkalan Alokasikan Ratusan Juta
”Hasil kajian tim teknis dari DPUPR, pasar tersebut membutuhkan Rp 350 juta, tapi direalisasikan separonya. Jadi, kami maksimalkan anggaran yang ada,” ucapnya.
Pihaknya mengeklaim, pelaksana sudah menuntaskan tanggung jawabnya dengan baik.
Pengerjaannya juga sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB). Sementara adanya pengerjaan yang rusak dan belum tuntas segera ditindaklanjuti.
Ida, pegadang Pasar Kamal, menuturkan, revitalisasi kiosnya tidak dikerjakan dengan baik. Yakni, hanya dicat bagian dalam dan dipasang plafon.
Sementara bagian luar kiosnya tidak tersentuh revitalisasi dan dibiarkan retak.
”Aturannya kalau ikut proyek, semuanya diperbaiki. Ini hanya dalamnya (tembok) saja, luarnya tidak. Tapi, lainnya sudah semua. Alasanya kekurangan bahan,” tandasnya.
Direktur CV Setia Mohammad Munif membantah proyek yang dikerjakan asal-asalan.
Pihaknya berjanji untuk melakukan perbaikan terhadap pengerjaan yang kini sudah retak.
Pasca pengerjaan, perusahaannya memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan. ”Sudah biasa ada retak-retak, nanti akan kami perbaiki,” imbuhnya.
Pihaknya tidak menampik adanya kios pedagang yang tidak direhabilitasi secara total.
Namun, pihaknya mengeklaim pengerjaan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan RAB.
”Itu sama konsultan kan sudah dihitung, memang tidak tuntas semua pengerjaannya karena terbentur dana,” katanya. (ay/jup)
Editor : Ina Herdiyana