BANGKALAN, RadarMadura.id – Ratusan lukisan dipamerkan di Pendopo Agung Bangkalan, Sabtu (20/7).
Lukisan tersebut merupakan hasil karya pelukis seni rupa (perupa) dari berbagai daerah di Indonesia.
Pameran lukisan nasional ini baru kali pertama digelar di Kota Salak.
Wakil Panitia Penyelenggara Fendy Arisona menyampaikan, kegiatan ini merupakan pameran lukisan lanjutan yang digelar di Kabupaten Sampang.
Ada dua komunitas perupa yang ikut kegiatan ini. Yakni, Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) dan Ikatan Pelukis Wanita Indonesia (IPWI).
Selain itu, ada komunitas Seni Rupa Bangkalan (Seruba). ”Kegiatan ini pameran lanjutan yang diikuti perupa dari berbagai daerah,” katanya.
Pameran ini akan dilaksanakan selama sepuluh hari. Ada sekitar 190 lukisan hasil karya 165 perupa yang berasal dari berbagai daerah.
Di antaranya, Kalimantan, Aceh, Sulawesi, Semarang, Jombang, Jakarta, dan lain-lain.
”Dari perupa atau seniman ada 125 peserta dan 50 orang dari kategori pelajar dari berbagai daerah dan kota,” ujarnya.
Fendy mengungkapkan, melalui pameran tersebut dia ingin menunjukkan eksistensi pelaku seni di Kabupaten Bangkalan.
Mereka memamerkan berbagai jenis lukisan seperti cat minyak, car air, sketsa pensil, dan lain-lain.
Kegiatan tingkat nasional tersebut mengangkat tema Madura untuk Indonesia ini mengeksplorasi kesenian dan kebudayaan yang ada di Bangkalan.
Di antaranya, kebudayaan karapan sapi dan kesenian topeng patengteng.
”Bukan hanya seni yang kami lestarikan, melainkan juga budaya,” ungkapnya.
Fendy memaparkan, pihaknya menyasar kalangan pelajar untuk mengenalkan produk lukisan para perupa.
Tujuannya, merangsang regenerasi pelukis agar tidak terputus. Pihaknya menyiapkan ruang khusus bagi pelajar untuk melukis.
”Harapanya, anak-anak muda bisa mendapatkan pelajaran tentang kesenian. Juga, tidak menghilangkan warisan budaya nenek moyang yang selama ini kita lestarikan,” ucapnya.
Ketua Seruba Edy Susianto menyampaikan, event ini memang perdana digelar di Bangkalan.
Ide ini muncul saat komunitasnya mengikuti pameran di Surabaya. Dia berharap, kegiatan ini dimanfaatkan masyarakat yang ingin memperdalam kesenian.
”Kami menyasar lintas generasi sehingga anak muda yang hadir di pameran ini berusaha menghasilkan karya dan harapannya Bangkalan menjadi kota seni,” harapnya. (ay/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta