BANGKALAN, RadarMadura.id – Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan Arief M. Edie mendapat gelar profesor kehormatan bidang ilmu hukum dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Pengukuhan gelar guru besar tersebut dilaksanakan di Unissula Semarang, Sabtu (12/7).
Pemberian gelar profesor kehormatan itu menjadi momen bersejarah bagi Arief M. Edie dan masyarakat Bangkalan.
Sebab, dia merupakan kepala daerah pertama di Kota Salak yang menyandang gelar guru besar atau profesor.
Arief menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas acdemica Unissula yang memberikan gelar profesor kehormatan terhadap dirinya.
Semua itu tidak lepas dari karya ilmiahnya yang diterbitkan di jurnal Unissula.
”Sejak lama saya menulis di jurnal Unissula. Itu saya lakukan secara kontinu,” ujarnya.
Salah satu karya ilmiah Arief terbit di jurnal internasional quartile 1 (Q1). Yaitu, jurnal tentang analisis keuangan daerah.
Dalam karya tulisnya, orang nomor satu di Bangkalan itu membahas tentang ketertiban pengelolaan keuangan dan tindak pidana korupsi.
”Setelah tulisan itu terbit di jurnal internasional, saya diberi gelar kehormatan karena saya berada di pemerintahan. Saya tercatat sebagai profesor ke-62 di Unissula,” katanya.
Arief menjelaskan, korupsi dimulai dari ketidaktertiban administrasi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Salah satunya, menggunakan anggaran pemerintah untuk kegiatan yang tidak masuk dalam rencana kegiatan di APBD.
”Itu masuk kategori menyimpang. Dari tulisan itu, saya mengajak menggunakan keuangan pemerintah sesuai relnya. Kalau tidak dianggarkan tidak usah pakai anggaran pemerintah,” terangnya.
Menurutnya, masyarakat harus memahami tentang kondisi fiskal suatu daerah.
Artinya, tidak memaksa pemangku kebijakan untuk menggunakan keuangan daerah di luar peruntukannya.
Apalagi, seperti Kabupaten Bangkalan yang sampai saat ini masih bergantung dari dana transfer pemerintah pusat.
”Sementara dana transfer dari pusat sudah ada peruntukannya. Artinya, kami tidak bisa membelanjakan dana dari pusat seenaknya,” tuturnya.
Arief memaparkan, gelar profesor kehormatan yang diraih akan dijadikan motivasi agar bisa lebih baik ke depannya.
Pihaknya berharap capaian tersebut bisa menjadi inspirasi bagi para generasi di Bangkalan. Khususnya yang saat ini masih menempuh pendidikan.
”Kita harus berlomba-lomba untuk terus memperbaiki arah pendidikan agar lebih baik. Sehingga, indeks pembangunan manusia (IPM) di Bangkalan juga meningkat,” ujarnya. (jup/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta