BANGKALAN, RadarMadura.id – Pengembangan desa wisata di Kabupaten Bangkalan sampai saat ini masih terbatas.
Buktinya, tahun ini hanya ada satu desa yang mendapatkan program tersebut, itu pun melalui bantuan pemerintah pusat.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melalui Plt Kabid Pemberdayaan Desa Mohammad Wasi menyampaikan, tahun ini hanya ada satu desa wisata yang akan dikembangkan. Yakni Desa Kramat, Kecamatan Bangkalan.
”Tahun ini hanya ada satu desa yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat ini,” ujarnya Minggu (7/7).
Wasi menyebut, bantuan pengembangan desa wisata biasanya berupa uang tunai yang digunakan sesuai dengan proposal yang diajukan.
Karena itu, desa wisata di Desa Kramat akan dibangun sarana dan prasarana (sarpras) parkir, gazebo, dan toilet. ”Peruntukannya sesuai pengajuan awal,” katanya.
Dia mengungkapkan, pengembangan desa wisata hanya bisa mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat.
Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bangkalan terbatas.
”Kalaupun ada yang bersumber dari keuangan daerah, mungkin hanya berupa pembinaan saja,” ungkapnya.
DPMD Bangkalan berencana menggali potensi setiap desa. Misalnya, potensi di bidang pertanian, wisata, dan yang lainnya.
”Kami tengah mencari potensi lokal desa untuk dikembangkan,” imbuh Wasi.
Anggota Komis A DPRD Bangkalan Mujiburrahman meminta DPMD turun langsung menggali potensi masing-masing desa.
Itu penting agar pemerintah memiliki gambaran untuk mendorong dan mengembangkan potensi di desa. ”Harus turun langsung ke bawah,” pintanya. (za/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti