BANGKALAN, RadarMadura.id – Bangkalan dikenal sebagai Kota Santri dan Salawat. Salah satu alasannya, banyak pondok pesantren berdiri di Bangkalan. Juga karena memiliki objek wisata religi, yakni Makam Syaikhona Kholil Bangkalan.
Makam Syaikhona kholil sudah terkenal ke seluruh penjuru negeri. Tidak heran bila setiap hari banyak peziarah berkunjung ke Bangkalan.
Kehadiran pengunjung tersebut tentu memberikan manfaat bagi warga sekitar. Terutama, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Mohammad Rido, warga Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan, mengatakan, Makam Syaikhona Kholil tidak pernah sepi dari peziarah.
Dia dan pedagang lainnya sangat terbantu karena dagangannya laku. ”Saya berjualan di sini sejak 2013,” ujarnya.
Rido menuturkan, beberapa pedagang yang berjualan di sekitar area Makam Syaikhona Kholil. Ada yang beroperasi 24 jam. Sebab, pengunjung datang siang dan malam hari.
”Kalau ingin memperoleh keuntungan yang lebih banyak, pedagang harus beroperasi hingga 24 jam,” ulas pedagang kaki lima (PKL) berusia 38 tahun itu.
Khoiriyah, warga Kelurahan Martajasah, Kecamatan Kota Bangkalan, menambahkan, setiap hari selalu saja ada yang membeli baju khas Madura yang dipajang di tokonya.
”Saya berjualan sejak 2008. Hasil usaha yang saya rintis sangat membantu perekonomian keluarga,” papar perempuan berusia 45 tahun itu. (c4/yan)
Editor : Ina Herdiyana