BANGKALAN, RadarMadura.id – Artefak etnik Madura sekarang jarang ditemui. Namun, museum mini Lacarcazab Gallery menyimpan ribuan barang bersejarah tersebut.
Ribuan koleksi barang langka tersebut dipajang di dalam rumah Imam Gozali, Jalan Jokotole, Kelurahan Keraton, Kecamatan Bangkalan.
Owner museum mini Lacarcazab Gallery Imam Gozali menyampaikan, koleksi artefak etnik Madura tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Ada juga barang peninggalan keraton Cakraningrat lV yang dikoleksi dan dirawat hingga sekarang.
Dia mengaku tertarik mengoleksi artefak Madura tersebut saat duduk di bangku kelas dua SMA.
Saat itu, dia sering membantu orang tuanya untuk merawat barang-barang bersejarah yang ada di rumahnya. Lambat laun, dia mulai tertarik untuk belajar dan mengoleksi.
”Awalnya hanya merawat barang-barang punya orang tua. Sejak itu, saya mulai suka dan tertarik untuk mengumpulkan koleksi lebih banyak,” ujar pria 59 tahun itu Minggu (16/6).
Bapak yang akrab disapa Agus itu mengungkapkan, selain mengoleksi, dia juga menjual barang-barang tersebut kepada masyarakat.
Koleksi yang dijual merupakan benda yang tidak langka. Namun untuk barang langka, dia tidak pernah menjualnya.
Peminat artefak etnik Madura bukan hanya dari Indonesia. Warga dari Australia, Amerika, Inggris, dan Dubai juga banyak yang minta untuk membeli.
Menurutnya, mereka membeli artefak tersebut untuk dipajang di museum luar negeri.
Baca Juga: Nasabah Bacok Pegawai FIF Group Cabang Bangkalan, Berawal Korban Marah karena Cicilan Tak Utuh
”Kalau barangnya hanya ada satu, tidak saya jual. Jadi, yang saya jual itu misalnya barang ada dua atau lebih,” kata ayah dari Raden Segoro tersebut.
Agus mengumpulkan koleksi dengan cara membeli artefak dari sejumlah warga yang masih menyimpan barang etnik Madura.
Di antara koleksi yang langka, yakni gelang kaki yang memiliki bobot tiga kilogram, boneka berbahan kayu, tempat nasi dan centong nasi zaman dahulu.
”Dari luar negeri tertarik untuk membeli di sini,” tukasnya. (c4/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti