BANGKALAN, RadarMadura.id – Nasib kurang beruntung dialami M. Ahsanul Wahyu, 35, warga Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Sampang.
Pegawai FIF Group Cabang Bangkalan itu menjadi korban pembacokan yang dilakukan nasabah Edi Setiawan, 30, warga Kelurahan Kemayoran, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan.
Pembacokan itu terjadi Jumat (14/6) sekitar pukul 12.10 di Jalan Anggrek, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan.
Wahyu mendatangi rumah Edi Setiawan karena ingin mengembalikan uang cicilan. Sebab, uang yang disetor Edi hanya separo.
Seharusnya, uang yang disetor Edi Rp 1,6 juta. Namun, Edi hanya memberikan uang Rp 800 ribu.
Lantas, Wahyu mengembalikan uang tersebut dalam kondisi marah. Edi mengajak Wahyu duduk di teras rumah agar bicara secara baik-baik.
Namun, ajakan itu tidak digubris oleh Wahyu dan tetap marah-marah dengan berteriak di depan rumah Edi.
Bahkan, sempat menantang Edi duel. Saat itulah, Edi tidak bisa menahan emosi sehingga mengambil sebilah celurit di dalam rumahnya.
Dari hasil penyidikan, terungkap jika Edi sudah membayar utuh uang cicilannya. Rp 800 ribu dibayar langsung ke Wahyu.
Lalu, separonya dititipkan ke teman Wahyu. Saat Wahyu mendatangi rumah Edi, dia tidak memberitahu temannya.
”Pelaku sudah kami amankan pacsa kejadian,” jelas Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Heru Cahyo Saputro.
Setelah mengambil senjata tajam (sajam), pelaku langsung menghampiri dan membacok kepala bagian belakang korban.
Dalam rekaman CCTV, korban sempat lari dan menangkis sabetan pelaku.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka di kepala bagian belakang. ”Korban mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan di RSUD Syamrabu,” paparnya.
Selain pelaku, Polres Bangkalan juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.
”Pelaku kami amankan dan sekarang dalam proses penyidikan,” sambungnya.
Rekan kerja korban membenarkan peristiwa pembacokan tersebut.
Kata pria tersebut, korban dibacok saat berkunjung ke nasabah di Kelurahan Kemayoran Bangkalan.
Namun, dia mengaku tidak tahu pasti pemicunya.
”Korban memang benar pegawai FIF Group dan saat ini tengah dirawat di rumah sakit,” ucapnya. (za/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta