BANGKALAN, RadarMadura.id – Ratusan madrasah di bawah naungan Kemenag Bangkalan mengajukan anggaran revitalisasi kepada pemerintah pusat.
Namun, hingga pertengahan triwulan kedua, belum ada satu pun madrasah yang mendapat program peningkatan infrastruktur dari Kemenag RI.
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bangkalan Sulaiman menyampaikan, penerima bantuan rehab dijaring secara bertahap.
Setiap pengusulan yang diajukan tidak semuanya mendapat.
”Dari long list angka pengajuan madrasah, nanti akan dipilih short list-nya. Baru kemudian ditentukan definitifnya,” katanya Senin (27/5).
Berdasar data di lembaganya, ada 173 madrasah yang mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat.
Perinciannya, 49 lembaga mengajukan rehabilitasi berat dan sisanya mengajukan pengadaan sarana dan prasarana (sarpras).
”Namun, secara definitif, kami belum tahu dan belum tentu semua kabupaten punya kuota,” tambahnya.
Namun, Sulaiman yakin, salah satu madrasah akan mendapat bantuan tahun ini. Itu sesuai dengan hasil pertemuan project management unit (PMU) koordinator Provinsi Jatim.
”Ada sedikit sepertinya di Bangkalan yang akan dapat tahun ini. Cuma saya tidak berani menyebutkan,” jelasnya.
Program peningkatan infrastruktur pendidikan yang akan dilaksanakan di Bangkalan berupa rehabilitasi kerusakan berat.
”Saya tidak bisa mengira berapa yang dapat. Kuotanya memang kecil, tapi harapan kami besar,” pungkasnya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia