BANGKALAN, RadarMadura.id – Kementerian Agama (Kemenag) menggelontorkan anggaran ratusan juta untuk biaya operasional 18 kantor urusan agama (KUA) di Bangkalan.
Setiap kantor urusan agama (KUA) mendapat anggaran operasional Rp 38 juta–Rp 50 juta.
Kasi Bimbingan Masyarakat Kemenag Bangkalan Abd. Hamid menerangkan, anggaran operasional KUA dikucurkan setiap tahun.
Realisasi dana APBN tersebut tidak melalui lembaganya, tetapi langsung ditransfer ke rekening tiap KUA. ”Dana operasional turun langsung ke KUA,” ujarnya.
Tahun ini alokasi dana operasional 18 KUA di bawah naungan lembaganya Rp 745 juta. Besaran yang diterima setiap KUA berbeda-beda. Sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
”Alokasi itu bergantung kebutuhan KUA. Seperti melihat aspek tipologi, jumlah masyarakat, dan lain-lain,” ungkapnya.
Dana operasional terbesar diterima oleh KUA Kecamatan Modung. Nilainya Rp 50 juta.
Sedangkan yang terendah didapatkan oleh KUA Kecamatan Kwanyar, Konang, dan Tanah Merah. Ketiga KAU itu sama-sama mendapat biaya operasional Rp 38,2 juta.
”KUA Modung (mendapat biaya operasional terbesar) karena bangunannya besar dan bagus. Pemeliharaan juga besar,” ujar mantan Kasi Pendma Kemenag Bangkalan itu.
Hamid menambahkan, dana opersional itu untuk pemenuhan beberapa kebutuhan KUA. Misalnya, membayar tagihan air dan gaji karyawan honorer.
Namun, menurut dia, anggaran itu sebenarnya masih jauh dari kebutuhan yang semestinya. ”Sebenarnya tidak cukup, tapi dicukup-cukupi,” jelasnya.
Dana operasional KUA direalisasikan secara bertahap. Jadi, saat anggarannya belum cair, pembiayaan dana operasional KUA menggunakan dana talangan.
”Setelah SPj baru turun ke rekening kantor KUA,” ungkapnya. (ay/jup)
Editor : Ina Herdiyana