BANGKALAN, RadarMadura.id – Saat ini Bangkalan memiliki 1.147 pos pelayanan terpadu (posyandu).
Namun, ribuan posyandu tersebut tidak beroperasi. Sebab, Dinkes Bangkalan mengaku kekurangan kader.
”Jika merujuk pada data 2023, posyandu di Kabupaten Bangkalan tersebar di 1.147 titik,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Aris Budhiarto.
Menurut Aris, ribuan posyandu yang tersebar di 18 kecamatan tersebut dibagi dalam dua klaster. Di antaranya, 938 masuk kategori posyandu aktif dan 209 sisanya tergolong tidak aktif.
”Posyandu yang aktif sudah melebihi target. Sebab, pada 2023, kami menargetkan 80 persen posyandu terkategori aktif. Alhamdulillah, tahun lalu mencapai 81.78 persen,” sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Elis Agus Rianti menerangkan, ada 3 syarat yang harus dipenuhi agar posyandu bisa dikategorikan aktif.
Misalnya, melakukan kegiatan rutin minimal delapan kali setahun, memberikan pelayanan kesehatan, dan memiliki lima orang kader.
Menurut Elis, 209 posyandu terkategori tidak aktif karena jumlah kader penggeraknya kurang dari lima orang. Sementara untuk dua kriteria lainnya, sudah terpenuhi.
”Syaratnya tiga yang harus terpenuhi. Salah satu saja tidak terpenuhi, maka belum bisa dikatakan aktif,” pungkas Elis. (c3/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia