BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan me-launching Portal Satu Data di Pendopo Agung Jumat (26/5).
Portal Satu Data tersebut dibuat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan tanpa anggaran.
Yang membanggakan, Portal Satu Data milik Pemkab Bangkalan merupakan yang pertama di antara tiga pemkab di Madura.
Dengan demikian, Kabupaten Bangkalan adalah pemkab pertama yang telah melaksanakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) 39/2019 tentang Satu Data Indonesia.
Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie mengatakan, Portal Satu Data yang dibuat diskominfo akan menciptakan keterbukaan.
Sehingga, masyarakat dapat mengakses informasi tentang Kabupaten Bangkalan.
Karena itu, portal yang sudah di-launching tersebut harus didukung oleh semua organisasi perangkat daerah (OPD).
”Teman-teman (OPD) harus membuka diri. Sebab, zaman sekarang sudah modern dan semuanya serbadigital,” ujarnya.
Agar data tersimpan aman, kata Arief, maka Portal Satu Data harus terus disempurnakan.
Karena itu, dia minta tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) menyiapkan anggaran untuk terus mendukung diskominfo dalam melakukan pengembangan cyber security.
”Keamanan data itu sangat penting,” tutur orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bangkalan tersebut.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Bangkalan Agus Sugianto Zein menyampaikan, pembuatan Portal Satu Data merupakan sebuah keharusan bagi seluruh pemkab dan pemkot di Indonesia.
”Portal Satu Data milik pemkab/pemkot tersebut juga wajib terintegrasi dengan Portal Satu Data milik Pemprov Jatim dan pemerintah pusat,” ulasnya.
Agus berharap Portal Satu Data yang sudah di-launching Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie dapat dimaksimalkan oleh semua OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan.
Sehingga, ke depan tidak ada perbedaan atau tumpang tindih data. Keberadaan Portal Satu Data tersebut harus dimaksimalkan oleh semua OPD.
”Sampai saat ini sudah ada 364 data yang diinput di Portal Satu Data Bangkalan,” ujarnya.
Pria berkacamata itu mengakui jika pembuatan Portal Satu Data tersebut nol anggaran.
Namun ke depan, institusinya harus terus meningkatkan sistem keamanan Portal Satu Data tersebut. Sehingga, data-data yang diinput bisa aman.
”Portal Satu Data ini sangat penting untuk dijadikan dasar dan acuan bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan ke depan,” tandasnya. (jup/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia