BANGKALAN, RadarMadura.id – Pengendalian harga komoditas pangan sudah dilakukan pemerintah untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri.
Namun, belum sepenuhnya berhasil. Indikasinya, berbagai komoditas pangan kini harganya terus meroket.
Kabid Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Delly Septiana mengeklaim sudah melakukan pemantauan harga komoditas pangan di beberapa pasar. Pemantauan terakhir kali dilakukan Jumat (5/4).
”Hasil update data terakhir, harga (komoditas pangan) masih tinggi, terutama ayam,” katanya Senin (8/4).
Delly mengungkapkan, ada empat jenis kebutuhan pangan yang harganya terus meroket. Yakni, cabai merah, telur, dan ayam potong.
”Kemudian, bawang merah yang semula Rp 28 ribu sekarang harganya Rp 29 ribu,” ujarnya.
Kenaikan harga tersebut terjadi sejak pertengahan Ramadan. Pihaknya memprediksi kenaikan itu akan terus terjadi hingga tujuh hari setelah Idul Fitri.
”Penyebab kenaikan ini tidak lain karena tren kebutuhan dan permintaan masyarakat yang meningkat,” ungkapnya.
Delly menyampaikan tingginya permintaan kebutuhan pangan di pasaran juga dimanfaatkan oleh pedagang.
Yaitu, menjual kebutuhan pokok dengan harga yang lebih mahal. Padahal, stok barang sebenarnya masih aman.
”Barang sebenarnya ada, cuma kadang pedagang menaikkan (harga) karena banyaknya permintaan,” sambungnya.
Delly mengaku tidak dapat berbuat banyak terhadap permainan harga oleh pedagang. Upaya yang dapat dilakukan Pemkab Bangkalan menjaga stabilitas harga. Yakni, dengan melaksanakan pasar pangan murah.
”Ketika kami tanya ke pedagang, mereka beralasan ongkosnya sekarang naik. Namun, kami belum bisa melakukan tindakan apa pun,” sambungnya. (ay/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta