BANGKALAN, RadarMadura.id – Realisasi program bantuan sosial (bansos) tunai di-launching Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan Arief M. Edie di Pendopo Agung, Selasa (19/3).
Bantuan yang melekat di Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan tersebut menyasar ribuan keluarga penerima manfaat (KPM).
Arief mengutarakan, anggaran yang dialokasikan Pemkab Bangkalan untuk program bansos tunai bagi keluarga tidak mampu Rp 356 juta.
Bantuan tersebut direalisasikan melalui rekening virtual account keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan.
”Setiap KPM mendapat bantuan Rp 200 ribu,” ucapnya kemarin.
Pemkab Bangkalan saat ini berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sehingga, bantuan stimulan yang diberikan pemkab dan pemerintah pusat kepada masyarakat sangat bermanfaat.
”Kami juga berharap bantuan dari pemerintah pusat terus mengalir ke Bangkalan,” ujarnya.
Arief menyatakan, KPM bansos merupakan warga prasejahtera yang terdata di sistem data dan layanan sejahtera bersama bupati (Sidaya Sehati).
Namun, statusnya keluarga yang belum pernah mendapat program bansos dari pemerintah pusat dan daerah.
Mulai dari program keluarga harapan hingga program bantuan pangan nontunai.
”KPM bantuan ini sudah diverifikasi dan divalidasi oleh dinsos. Sehingga, bantuan bisa tepat sasaran,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio Suharta menyatakan, alokasi anggaran bansos untuk keluarga tidak mampu berkurang dibandingkan 2023.
Dengan begitu, besaran bansos yang direalisasikan juga semakin kecil. Namun, pihaknya berharap bansos yang direalisasikan bermanfaat
”Anggarannya berkurang karena ada pilkada (pemilihan kepala daerah),” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Sugianto Zein menyatakan, realisasi bansos tunai yang bersumber dari APBD direalisasikan di waktu yang tepat. Yakni, pada momen bulan Ramadan.
”Pemerintah berharap bantuan itu dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya. (jup)
Editor : Fatmasari Margaretta