BANGKALAN, RadarMadura.id – Peristiwa tenggelamnya kapal di perairan laut Korea Selatan membawa duka bagi masyarakat Indonesia.
Pasalnya, terdapat tujuh pekerja imigran Indonesia (PMI) yang ikut tenggelam. Tiga PMI di antaranya dikabarkan berasal dari Kabupaten Bangkalan.
Peristiwa nahas ini terjadi di perairan 68 kilometer pesisir selatan Kota Tongyeong, Korea Selatan, Sabtu (9/3).
Koordinator Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Pamekasan Wilayah Madura Guntar Sabhara menyampaikan, pihaknya belum menerima kabar terbaru terkait korban tenggelam.
Termasuk tiga korban PMI yang dikabarkan berasal dari Bangkalan.
”Informasinya, dari paspor ada tiga korban yang berasal dari Bangkalan. Sisanya, PMI dari Jawa Tengah dan Jawa Barat,” katanya Rabu (13/3).
Dia mengungkapkan, kapal nelayan berbobot dua ton tersebut terbalik. Minggu (10/3), dua PMI ditemukan meninggal. Sisanya belum ditemukan.
”Kami masih menunggu informasi detail dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Guntar menerangkan, PMI berangkat dengan mekanisme private to private melalui agency sesuai prosedur.
Namun, Guntar belum mengetahui tujuan PMI tersebut. Pihaknya masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat.
”Kami sudah koordinasi dengan Disnaker Bangkalan,” terangnya.
Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Hariyani Fitrianingsih belum berkomentar banyak.
Pihaknya mengaku belum menerima informasi kecelakaan tersebut.
”Kalau ada berita resmi tentang itu, pasti ada surat ke kami. Sejauh ini belum mendapatkan informasi,” jawabnya singkat. (ay/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia