BANGKALAN, RadarMadura.id – Porsi jemaah haji Kabupaten Bangkalan sudah ditentukan sebanyak 790 orang.
Namun, tidak semua jemaah mau berangkat tahun ini. Sedikitnya, ada 65 jemaah asal Bangkalan yang memilih untuk menunda keberangkatan.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Bangkalan Arif Rochman menyampaikan, pemberangkatan jemaah haji dijadwalkan Maret.
Sebagian jemaah sudah melakukan pelunasan. Namun, ada juga yang menunda pemberangkatan.
Terdapat 65 jemaah yang telah menunda pemberangkatan. ”Puluhan jemaah yang menunda itu disebabkan oleh beberapa faktor,” ujarnya.
Arif memaparkan, faktor penundaan keberangkatan disebabkan ketidaksiapan jemaah.
Di antaranya, jemaah sedang bekerja, menunda urut porsi muhrim keluarga, melahirkan, dan belum memiliki dana. Jemaah rata-rata meminta keberangkatan diundur tahun depan.
Saat ini Kemenag Bangkalan masih mendata jemaah yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Termasuk juga jemaah yang meninggal.
Menurutnya, masih ada proses pelimpahan oleh pihak keluarga yang akan menggantikannya.
”Masih banyak data dari jemaah yang perlu diperbaiki. Misalnya ada yang meninggal, sakit, dan data ganda, itu perlu didata kembali,” paparnya.
Pendamping KBIHU As Shofa Abdul Mukti Fauyas menyampaikan, sejauh ini jemaahnya belum ada yang menunda pemberangkatan.
Menurutnya, data penundaan pemberangkatan jemaah diketahui setelah pelunasan tahap II selesai. ”Sementara belum ada,” tandasnya. (ay/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia