BURSA kerja menjadi salah satu kegiatan yang biasa digelar lembaga pendidikan, khususnya SMK.
Namun, kegiatan tersebut selama ini hanya dilaksanakan oleh beberapa lembaga. Khususnya SMK yang masuk kategori besar di wilayah Kota Bangkalan.
Sehingga, saat pelaksanaan kegiatan bursa kerja, sekolah yang berada di wilayah pelosok harus mengirim siswanya agar datang ke pameran tersebut.
Hal tersebut dianggap tidak fair dan perlu pemerataan agar bisa dilaksanakan di beberapa wilayah. Tidak terpusat di kota.
Baca Juga: Porsi Anggaran Reward Pembayaran PBB-P2 di Sampang Turun Rp 1 Juta
”Kami sudah meminta sekolah untuk saling bergabung dalam melaksanakan bursa kerja. Misalnya, SMK Kwanyar gabung dengan Blega dan seterusnya,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan Pinky Hidayati.
Mantan kepala UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja (PSBR) Pamekasan itu menambahkan, kerja sama dengan dunia usaha dan industri juga terus dilaksanakan.
Tujuannya, agar memberikan ruang dan kesempatan bagi siswa untuk bekerja setelah lulus.
”Terbaru, kami bekerja sama dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya. Dalam kerja sama itu, Poltekpel siap membantu dan memfasilitasi proses sertifikasi bagi siswa yang ingin berlayar setelah lulus,” terangnya. (jup/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta