Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tak Kebagian Anggaran Program Uji Kualitas Air dan Udara, DLH Bangkalan Bakal Ajukan Dana melalui PAK

Fatmasari Margaretta • Minggu, 4 Februari 2024 | 19:10 WIB

TITIK ASESMEN: Seorang pengendara motor melintas di jembatan bendungan Kelurahan Tunjung, Bangkalan, Sabtu (3/2). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
TITIK ASESMEN: Seorang pengendara motor melintas di jembatan bendungan Kelurahan Tunjung, Bangkalan, Sabtu (3/2). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Setiap tahun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan rutin menguji kualitas air dan udara. Terdapat 15 lokasi yang menjadi sasaran.

Namun, tahun ini program prioritas lingkungan hidup tersebut tak kebagian anggaran.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Bangkalan Ismail Ismail diwakili Staf Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Maulina menyampaikan, instansinya memiliki kewajiban melaporkan hasil pemantauan perkembangan lingkungan. Khususnya kualitas air dan udara di Bangkalan.

Dia menyebut, program tersebut termasuk prioritas karena bagian dari visi misi bupati Bangkalan dalam lingkungan hidup.

Baca Juga: Ingin Ringankan Beban Masyarakat, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Imbau Bantuan Beras CPP Tidak Dijual

”Kita diwajibkan mengirim hasil pemantauan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) setiap tahunnya pada kementerian,” katanya.

Maulina mengungkapkan, kegiatan pemantauan tersebut dilakukan setiap musim hujan dan kemarau. Pihaknya menyasar 15 titik sungai yang tersebar di enam kecamatan.

Hanya, kegiatan pemantauan IKLH tahun ini belum dipastikan terealisasi.

”Kami sudah mengajukan di tahun ini, tapi tidak dapat karena belum ada anggarannya,” ungkapnya.

DLH Bangkalan mencatat, kebutuhan anggaran untuk program pemantauan IKLH tidak banyak. Dana untuk memantau 15 titik sungai hanya butuh Rp 20 juta.

Baca Juga: Pegawai Kecamatan Kelola Tambang Ilegal, Besok Pemkab Sumenep Kroscek Lokasi  

DLH berencana akan mengajukan dana tersebut pada perubahan anggaran keuangan (PAK).

”PAK ini akan dipercepat, karena program prioritas ini tidak kebagian anggaran,” ucap Maulina.

Menurut dia, pihaknya membutuhkan alat online monitoring (onlimo) untuk menjangkau kualitas air. Sejauh ini pemantauan belum maksimal.

Ke depan, perlu onlimo untuk mendeteksi adanya pencemaran lingkungan atau tidak.

Baca Juga: Turut Serta Cegah Perundungan di Lingkungan Pendidikan, Pinky Hidayati Wujudkan Sekolah Ramah dan Aman

”Dari alat uji ini bisa terdeteksi semua, sehingga kami bisa mendapatkan rapor dari kementerian,” pungkasnya. (ay/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#bangkalan #anggaran #Sungai #IKLH #pak #kualitas air