BANGKALAN, RadarMadura.id – Pinky Hidayati meminta semua lembaga pendidikan untuk membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK).
Itu dilakukan untuk menciptakan sekolah yang aman dan ramah bagi siswa. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan itu ingin tidak ada perundungan (bullying) dan kekerasan fisik maupun mental.
Saat ini sudah lebih dari 50 persen lembaga pendidikan di bawah naungannya yang membentuk TPPK. Tim itu juga beranggotakan komite sekolah.
Dengan begitu, langkah pencegahan dan penanganan yang dilakukan bisa lebih maksimal.
Cabdindik Jatim Wilayah Bangkalan juga mendorong agar semua lembaga pendidikan menciptakan suasana sekolah yang bersih dan sehat.
Yaitu, melalui gerakan Jumat Bersih. Program itu dilaksanakan setiap Jumat terakhir setiap bulan.
”Kalau biasanya pembersihan hanya dilakukan di kelas dan lingkungan sekolah, Jumat Bersih ini dilaksanakannya di luar pagar sekolah,” ucap Pinky.
Istri KH Imron Fattah itu juga bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan agar siswa bisa tertib administrasi kependudukan (adminduk). Sehingga, siswa yang sudah berusia 17 tahun bisa langsung difasilitasi dalam pembuatan e-KTP.
”Dengan memiliki e-KTP kami berharap siswa kami bisa menggunakan dan tidak kehilangan hak suaranya di pemilu tahun ini,” sambungnya.
Pinky juga mendorong agar semua lembaga pendidikan melakukan pengembangan sarana dan prasarana.
Yaitu, dengan mengisi aplikasi pengajuan ke pemerintah pusat. ”Sudah kami minta untuk disertai dengan fotonya,” jelas Pingky. (jup/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta