Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Turut Serta Cegah Perundungan di Lingkungan Pendidikan, Pinky Hidayati Wujudkan Sekolah Ramah dan Aman

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 3 Februari 2024 | 23:49 WIB

 

DIDUKUNG PENUH: Pinky Hidayati menerima penghargaan sebagai nomine dengan dukungan terbanyak dari Direktur PT Madura Intermedia Pers Abdul Aziz di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat, 8 Desember 2023
DIDUKUNG PENUH: Pinky Hidayati menerima penghargaan sebagai nomine dengan dukungan terbanyak dari Direktur PT Madura Intermedia Pers Abdul Aziz di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat, 8 Desember 2023

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pinky Hidayati meminta semua lembaga pendidikan untuk membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK).

Itu dilakukan untuk menciptakan sekolah yang aman dan ramah bagi siswa. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan itu ingin tidak ada perundungan (bullying) dan kekerasan fisik maupun mental.

Saat ini sudah lebih dari 50 persen lembaga pendidikan di bawah naungannya yang membentuk TPPK. Tim itu juga beranggotakan komite sekolah.

Dengan begitu, langkah pencegahan dan penanganan yang dilakukan bisa lebih maksimal.

Cabdindik Jatim Wilayah Bangkalan juga mendorong agar semua lembaga pendidikan menciptakan suasana sekolah yang bersih dan sehat.

Yaitu, melalui gerakan Jumat Bersih. Program itu dilaksanakan setiap Jumat terakhir setiap bulan.

”Kalau biasanya pembersihan hanya dilakukan di kelas dan lingkungan sekolah, Jumat Bersih ini dilaksanakannya di luar pagar sekolah,” ucap Pinky.

Baca Juga: Tokoh Penggiat Pendidikan Terpopuler Madura Awards 2023 Pinky Hidayati, Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Lulusan

Istri KH Imron Fattah itu juga bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan agar siswa bisa tertib administrasi kependudukan (adminduk). Sehingga, siswa yang sudah berusia 17 tahun bisa langsung difasilitasi dalam pembuatan e-KTP.

”Dengan memiliki e-KTP kami berharap siswa kami bisa menggunakan dan tidak kehilangan hak suaranya di pemilu tahun ini,” sambungnya.

Pinky juga mendorong agar semua lembaga pendidikan melakukan pengembangan sarana dan prasarana.

Yaitu, dengan mengisi aplikasi pengajuan ke pemerintah pusat. ”Sudah kami minta untuk disertai dengan fotonya,” jelas Pingky. (jup/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#mental #sekolah #perundungan #sekolah ramah anak (SRA) #Pinky Hidayati #Jumat Bersih #kekerasan fisik #lingkungan pendidikan