BANGKALAN, RadarMadura.id – Nama Pinky Hidayati sangat familier di telinga insan pendidikan.
Sebab, kiprah perempuan kelahiran 1979 tersebut tidak dapat diragukan meski baru tujuh bulan menduduki jabatan kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan.
Kontribusi Pinky dalam dunia pendidikan mengantarkannya sebagai Tokoh Penggiat Pendidikan Terpopuler Madura Awards 2023.
Dia juga dinobatkan sebagai nomine peroleh dukungan terbanyak dalam event tahunan yang digelar Jawa Pos Radar Madura (JPRM) tersebut.
Pinky menyampaikan, banyak pihak yang berperan dalam pengembangan mutu pendidikan di Bangkalan. Mulai dari internal Cabdindik Jatim Wilayah Bangkalan, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan.
Banyak inovasi yang diciptakan pengawas untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas-tugasnya. Dia juga mendukung pelaksanaan program pendidikan.
Inovasi teknologi digital yang diciptakan juga didorong agar mendapatkan legitimasi hak kekayaan intelektual (HKI). ”Harapannya, tidak ada inovasi yang diklaim orang lain,” ujarnya.
Pinky menuturkan, ada beberapa langkah dan kegiatan yang disiapkan selama 2024. Semua itu untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Bangkalan.
Salah satunya dengan melakukan rapat kerja (raker) dan evaluasi kepala SMA, SMK, PKL negeri dan swasta.
”Mumpung ini masih awal tahun, kami mengajak semua kepala sekolah agar pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai 2023 harus bisa dilaksanakan 2024,” terang Pingky.
Raker itu juga difokuskan untuk membahas pemanfaatan aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PNM).
Sebab, mulai 2024 pelaporan kinerja guru harus disampaikan di PNM 2024. Sedangkan sebelumnya dilakukan melalui sistem informasi milik Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur.
Pinky menambahkan, lembaganya juga mendorong terbentuknya komunitas belajar di tiap sekolah.
Komunitas itu diharapkan bisa memberikan imbas positif terhadap sekolah dan siswa di lembaga swasta yang jumlah muridnya sedikit.
Baca Juga: Bangkai Hiu Tutul Terdampar di Pesisir Pasean, Pamekasan, Jadi Tontonan Warga hingga Berswafoto
”Dengan begitu, nantinya siswa bisa mendapatkan ilmu langsung dari guru yang sudah tersertifikasi,” imbuhnya.
Pihaknya juga mendorong agar musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) rutin melakukan pertemuan meskipun secara virtual.
Sebab, anggota MGMP tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. Dengan demikian, guru-guru swasta juga bisa ambil bagian dalam pertemuan itu.
Mantan wakil ketua PP IPPNU itu menuturkan, keberadaan lembaga swasta di Bangkalan lebih mendominasi dibandingkan negeri.
Siswa yang lulus juga lebih banyak dari lembaga swasta. Namun, di sisi lain masih banyak guru di lembaga swasta yang belum tersertifikasi.
”Agar lulusannya baik, maka mau tidak mau guru-gurunya harus dipaksa berkumpul dengan guru-guru senior dan tersertifikasi yang ada di sekolah negeri,” ujarnya. (jup/luq)