Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hasan Iroqi, Pengasuh Ponpes Kramat, Bangkalan, Sukses Produksi Pupuk Cair Berbahan Dedak

Ina Herdiyana • Jumat, 2 Februari 2024 | 22:09 WIB
PRODUKTIF: Santri Pondok Pesantren Kramat, Kecamatan Bangkalan, menuangkan pupuk cair yang siap digunakan, Minggu (28/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)   
PRODUKTIF: Santri Pondok Pesantren Kramat, Kecamatan Bangkalan, menuangkan pupuk cair yang siap digunakan, Minggu (28/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)  

BANGKALAN, RadarMadura.id – Sebagian besar petani bergantung pada pupuk kimia agar tanamannya tumbuh sesuai dengan keinginan.

Namun, ketersediaannya sering langka. Kondisi itu membuat Hasan Iroqi memproduksi pupuk cair dengan bahan yang mudah ditemui dan murah.

Rintik hujan menemani perjalanan koran ini menuju rumah Hasan Iroqi di Desa Kramat, Kecamatan Bangkalan, Minggu (28/1).

Jaraknya tidak begitu jauh dari jantung kota. Waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 10 menit.

Hasan merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Kramat. Saat tiba di kediamannya, nuansa pesantren sangat terasa.

Beberapa orang tua terlihat melepas rindu kepada sang buah hati di ponpes yang dibina Hasan.

”Mari kita langsung ke halaman belakang untuk mengecek cara pembuatan pupuk cair yang diolah santri,” ucap Hasan saat mengetahui kedatangan koran ini.

Pria yang biasa disapa Ra Hasan itu mengajak ke salah satu gubuk yang menjadi tempat penyimpanan dan pengolahan pupuk cair berbahan dedak dan bekas air cucian beras.

Di tempat itu para santri yang dipercaya meracik dan memproses fermentasi pupuk cair.

Bahan pembuatan pupuk cair itu sangat mudah dan sederhana. Hasan hanya menggunakan air cucian beras, dedak, jamur jakaba. Bahan itu diaduk hingga merata dan ditutup kain.

Proses fermentasi pupuk organik cair tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga minggu hingga sebulan.

”Setelah proses fermentasi, air itu bisa langsung digunakan untuk tanaman,” sambungnya.

Pupuk organik cair bisa diproduksi sesuai dengan keinginan. Jika ingin tanaman subur, harus ditambah pelepah pisang.

Agar batang tumbuhan kuat, pupuk yang diproduksi cukup ditambah cangkang telur yang sudah dihaluskan.

Sementara untuk mendukung kesuburan buah, bisa menambahkan pisang yang sudah membusuk.

”Tantangannya saat ini, beranikah kita beralih menggunakan pupuk organik cair?” imbuhnya.

Ra Hasan menambahkan, jika petani memproduksi pupuk organik cair, tidak perlu lagi bergantung pada pupuk kimia yang sering langka.

Sebab, produksi pupuk cair sangat mudah dan terjangkau. Tinggal menyiapkan tiga drum pupuk cair untuk yang berskala pertanian luas.

Hasan mulai memproduksi pupuk cair setahun lalu. Awalnya, pupuk cair yang diproduksi digunakan untuk tanaman cabai.

Hasilnya sangat tidak disangka, pupuk yang dia buat dengan bahan sederhana bisa memberikan kualitas terbaik pada tanaman.

Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PCNU Bangkalan itu juga memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah untuk membudidayakan sayur-mayur. Hasilnya cukup subur meski menggunakan pupuk yang diproduksi sendiri. (za/jup)

             

 

Editor : Ina Herdiyana
#pupuk cair #dedak padi