Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengelolaan Laboratorium Keswan di Bangkalan Belum Maksimal

Ina Herdiyana • Rabu, 24 Januari 2024 | 23:25 WIB
Pemprov Kaltim
Pemprov Kaltim

BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan belum mampu mengelola laboratorium kesehatan hewan (keswan) dengan baik.

Indikasinya, keberadaan fasilitas baru itu tidak mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) disnak.

Plt Kabid Pembendaharaan Disnak Bangkalan Rudi Yulianto mengakui laboratorium kesehatan belum memiliki potensi signifikan untuk mendongkrak PAD. Penyebabnya, minim pemanfataan.

Tidak banyak layanan keswan yang dilaksanakan di laboratorium yang ada di lembaganya. Selama ini, layanan keswan didominasi hewan peliharaan seperti kucing dan burung hias.

”Jadi, belum begitu potensial untuk menopang peningkatan PAD,” ujarnya.

Selain laboratorium, Disnak Bangkalan memiliki pusat kesehatan hewan (puskeswan). Layanan keswan yang paling banyak dilaksanakan di puskeswan yaitu untuk peliharaan sapi dan kambing.

Sedangkan pendapatan asli daerah yang dibebankan untuk laboratorium dan puskeswan Rp 60 juta.

Perinciannya, Rp 11.710.000 di triwulan pertama, Rp 16.290.000 di triwulan kedua, dan Rp 16.290.000 di triwulan ketiga. Sedangkan di triwulan terakhir ditargetkan bisa mendapatkan PAD Rp 15.710.000.

”Memang untuk laboratorium ini PAD-nya tidak begitu signifikan,” urainya.

Anggota DPRD Bangkalan Abdul Aziz mengutarakan, target retribusi yang sudah disepakati harus mampu dipenuhi.

Karena itu, pihaknya mendesak dinas terkait untuk memaksimalkan semua potensi PAD.

”Bagaimanapun caranya, dinas terkait harus bisa mencapai target yang sudah disepakati,” pintanya. (za/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Ina Herdiyana