BANGKALAN, RadarMadura.id – Sembilan kecamatan di Bangkalan rawan bencana. Dengan begitu, kewaspadaan harus semakin ditingkatkan.
Apalagi, satu minggu ke depan diprediksi akan terjadi cuaca ekstrem.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bangkalan Fitrisia Wahyu Puspitasari menyatakan, informasi kesiagaan kebencanaan selalu diperbarui.
Informasi terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan Jawa Timur memasuki cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.
Dengan begitu, berpotensi menyebabkan bencana longsor, pohon tumbang bahkan banjir.
”Hujan yang terjadi akan berlangsung lama dan tanah yang tidak mampu menampung air akan menyebabkan beberapa bencana,” tambahnya.
Perempuan berkacamata itu mengimbau masyarakat untuk siaga dalam satu minggu ke depan. Terutama kecamatan yang tercatat rawan bencana.
Yakni, Kecamatan Geger, Sepulu, Kokop, Konang, Arosbaya, Tanjungbumi, Blega, Modung, dan Tanah Merah.
”Sembilan kecamatan itu per Desember lalu hampir terjadi longsor dan banjir. Jadi kami meminta masyarakat untuk tidak keluar rumah dulu,” pintanya.
Baca Juga: Honor 198 Operator SIKS-NG Rp 600 Juta, Dinsos Pamekasan Sebut Hanya Cukup Sepuluh Bulan
Fitri menambahkan, pada masa hidrometeorologi seperti sekarang, lembaganya sudah mendirikan posko siaga.
Selain itu akan terus memantau perkembangan cuaca dan penanganan kebencanaan hingga Februari mendatang.
”Kami sudah siaga di sini. Semisal nanti ada bencana, kami akan turun langsung untuk penanganan dan asesmen,” pungkasnya. (ay/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta