BANGKALAN, RadarMadura.id – Kehidupan Jumanti yang hidup sendiri di gubuk miliknya belum tercover bantuan sosial. Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan akan melakukan asesmen untuk keberadaan lansia tersebut.
Kepala Dinas Sosial Bangkalan Wibagio Suharta menyampaikan, pihaknya akan melakukan pengecekan. Terutama statusnya didalam database kemiskinan data kesejahteraan sosial (DTKS).
”Kalau sudah masuk akan kami SK-kan untuk mendapatkan bansos (bantuan sosial),” katanya.
Jumanti merupakan lansia berusia 90 tahun yang tinggal sebatang kara dirumahnya. Dia tidak memiliki anak dan suami.
Saat ini kondisinya sudah tidak berdaya. Untuk kehidupan sehari-hari Jumanti mendapatkan makanan dari ponakannya dan tetangga terdekatnya.
”Kita upayakan dapat bantuan, bisa dari BPNT atau PKH nantinya atau program lansia,” tambahnya.
Untuk fasilitas kesehatan, Bagio mengatakan sudah bisa memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC).
Baca Juga: Pengakuan Kades Langsar Usai Diperiksa KPK di Mapolres Sumenep
Namun dari segi perawatan untuk lansia yang tergolong jompo akan diupayakan ke panti. Termasuk juga fasilitas ambulance untuk lansia.
”Kami akan coba tawarkan nanti semisal memang sudah masuk di kami. Hanya saja memang di panti itu terbatas,” terangnya.
Menurutnya saat ini pihaknya melakukan pengecekan terlebih dahulu. Jika belum masuk data pihaknya akan melakukan assemen. Sehingga dapat di upayakan untuk mendapatkan bantuan sosial.
Baca Juga: Ingin Liburan ke Pantai Tiga Warna? Ini Rute dan Hal yang Perlu Diperhatikan
”Kita lihat dulu, sudah masuk di data Sidaya Sehati apa belum. Jika mau berobat akan kami fasilitasi ke puskesmas terdekat,” pungkasnya.
Sementara Operasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di Desa Banyoning Dajah Kecamatan Geger Uswatul Hasanah mengatakan jika Jumanti memang sudah masuk pada data DTKS. Namun untuk penerima manfaat keluarga (KPM) bansos memang belum.
”Ibu Jumanti sudah masuk di DTKS sebelum saya jadi operator. Tapi saat di cek di penerima BPNT dan PKH itu belum,” katanya.
Pihaknya akan melakukan asesmen kerumahnya secara langsung.
”Kami memang belum melakukan pendataan kemiskinan. Karena sedang overload. Tapi untuk ibu Jumanti saya upayakan mendapatkan bantuan,” tutupnya. (ay/dry)
Editor : Hendriyanto