Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Populasi Sapi di Bangkalan Alami Penurunan, Apa Sebabnya?

Berta SL Danafia • Rabu, 17 Januari 2024 | 18:51 WIB
POPULASI MENURUN: Warga memberikan pakan pada sapi ternak milik Disnak Bangkalan di Kecamatan Socah, Selasa (16/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
POPULASI MENURUN: Warga memberikan pakan pada sapi ternak milik Disnak Bangkalan di Kecamatan Socah, Selasa (16/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Populasi sapi di Bangkalan berkurang. Padahal, sapi menjadi salah satu potensi luar biasa.

Dengan demikian, banyak sapi lokal yang dikirim ke luar daerah untuk memenuhi pasokan daging.

Fungsional Perencana Ahli Muda Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Muntazer menyampaikan, pemkab harus mampu menjaga kuantitas populasi sapi.

Salah satunya dengan melaksanakan program sapi kerbau komoditas andalan negeri (Sikomandan).

”Dengan cara Sikomandan, kami bisa meningkatkan populasi ternak di Bangkalan,” katanya Selasa (16/1).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan, populasi ternak sapi pada Mei tahun lalu 137.746 ekor.

Sedangkan disnak mencatat pada akhir 2023, populasi sapi di Kota Salak ada 172.911 ekor.

”Setelah kami verifikasi ternyata angkanya mengalami pertambahan dan final angka ini akan keluar nanti di April,” tambahnya.

Merosotnya populasi sapi di Bangkalan juga terjadi di 2022. Saat itu, populasi sapi Madura dan limusin (madrasin) 235.001 ekor.

Namun akhirnya, kuantitas sapi semakin turun hingga menjadi 62.090 ekor.  Penyebabnya, terdapat penyakit mulut dan kuku (PMK).

”Jadi, akibat PMK ini, banyak sapi yang mati dan peternak fokus pada pengobatan,” terangnya,

Tingkat mobilisasi hewan ke luar daerah juga meningkat. Jumlahnya mencapai 40.000 ekor lebih. Sedangkan pembibitan pada sapi betina sangat minim.

”Sapi betina tidak boleh dijual ke luar karena untuk diproduksi,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah juga dibebankan target populasi sapi ternak. Pada 2023, target sebanyak 278.740 ekor belum terpenuhi.

Target tersebut dapat terpenuhi dengan adanya penyuntikan inseminasi buatan (IB).

”Karena ada kendala, jadi belum bisa terpenuhi. Insyaallah untuk target 2024 bisa dipenuhi,” pungkasnya. (ay/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#bangkalan #populasi #sapi #madura