Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Siswa MI Thoriqul Huda Bangkalan Raih Medali Emas LKTI Internasional, Berhasil Sulap Limbah Jeruk Menjadi Sumber Energi

Fatmasari Margaretta • Minggu, 24 Desember 2023 | 17:23 WIB

MEMBANGGAKAN: Siswa MI Thoriqul Huda, peraih medali emas pada I2ASPO saat presentasi di hadapan para guru, Sabtu (23/12). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
MEMBANGGAKAN: Siswa MI Thoriqul Huda, peraih medali emas pada I2ASPO saat presentasi di hadapan para guru, Sabtu (23/12). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id Siswa-siswi itu sangat gembira dan tersenyum semringah. Mereka baru saja berhasil meraih medali emas dalam Indonesia International Appledscience Project olympiad (I2ASPO).

Secara geografis, MI Thoriqul Huda berada di wilayah pelosok. Namun, bukan berarti minim prestasi. Buktinya, siswa lembaga pendidikan swasta itu mampu membawa pulang medali emas dalam kejuaraan I2ASPO yang digelar di Surabaya, Selasa (19/12)–Jumat (22/12).

Kejuaraan tingkat internasional itu diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Keikutsertaan MI Thoriqul Huda dalam lomba karya tulis ilmiah (LKTI) itu merupakan kali pertama. Namun, siswa utusan MI Thoriqul Huda mampu tampil memukau.

Mereka adalah Ica Maulidia, Timinatus Shihab, Naura Zafira, Moh. Fahrillah, dan Holil Yasin. Kelimanya menjalankan perannya masing-masing dengan baik saat presentasi di hadapan dewan juri tentang karya ilmiah yang mereka buat. Apalagi, presentasinya disampaikan dalam bahasa Inggris.

Baca Juga: Harjad Ke-400 Kabupaten Sampang, Bupati-Wabup Beri Penghormatan kepada Leluhur

”Kami menemukan kulit jeruk bali yang tidak digunakan di sekitar sekolah. Jadi kami tertarik untuk meneliti limbah jeruk itu,” tutur Nurhasanah, guru yang mendampingi mereka.

Awalnya, penelitian dilakukan terhadap kulit jeruk dalam bentuk padat. Mereka menggunakan baterai sebagai percobaan. Satu baterai menggunakan 15 gram kulit jeruk bali dengan campuran lima gram asam sitrat untuk satu isian baterai.

”Pada percobaan pertama dalam bentuk padat, kami hanya menemukan tegangannya saja, tidak ada arus. Saat menggunakan 10 baterai hanya mampu menghidupkan lampu LED dengan watt 1,6,” imbuhnya.

Maka, untuk menemukan arus listrik dalam penelitian dibuat, Nurhasanah dan kelima siswanya memasukkan perasan kulit jeruk ke aki yang mengandung elektrolit. Percobaan kedua ini membuahkan hasil. Bahkan, aki yang dirancang dengan limbah jeruk bisa digunakan ke motor.

”Kalau digunakan pada motor, aki ini bisa digunakan dalam jangka panjang. Selama mesin dipanaskan terlebih dahulu, akan bisa digunakan. Pada lampu bisa digunakan selama 20 menit,” ujarnya.

Penelitian energi yang terbuat dari limbah jeruk oleh MI Thoriqul Huda membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Sehingga, waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan itu tidak sebentar. Termasuk harus mendatangkan Nurhasanah sebagai pembimbing.

Baca Juga: Curi Motor karena Kecanduan Judi Online, Polres Bangkalan Ringkus Dua Pelaku Curanmor dan Satu Penadah

”Awalnya saya mencari pembimbing yang benar-benar memiliki potensi, saya pilih Bu Nurhasanah karena saya rasa beliau mampu,” ujar Kepala MI Thoriqul Huda Nurul Noviyanti kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Sementara peserta didik yang dipilih yaitu siswa yang memiliki keberanian dan mampu mendefinisikan barang yang dipegang. ”Untuk presentasi hasil penelitian mereka, tidak cukup dengan hanya pintar, tapi juga butuh mental,” sambungnya.

Nurul sengaja memilih untuk meneliti energi. Sebab, penelitian di bidang pembuatan obat-obatan dan makanan sangat mudah. Saat olimpiade dilaksanakan, ternyata prediksinya tidak salah.

Banyak sekolah yang meneliti tentang penemuan makanan dan obat-obatan. ”Untuk sekolah yang meneliti energi ini sedikit, jadi peluang kita untuk menang lebih banyak,” imbuhnya.

Pelaksanaan I2ASPO diikuti peserta dari 17 negara. Salah satunya berasal dari Malaysia yang menjadi pesaing delegasi MI Thoriqul Huda. Sebab, penelitiannya juga sama-sama tentang energi. ”Untuk tingkat SD/MI sedikit yang mengambil penelitian energi,” katanya.

Dengan potensi yang dimiliki peserta didiknya, Nurul tertarik untuk melakukan pembiasaan berbahasa Inggris di sekolah. Namun, pihaknya akan memulai semua itu dari nol, agar saat mengikuti olimpiade, siswa bisa menggunakan bahasa Inggris dengan lancar.

Baca Juga: Jabatan Bupati-Wabup Sampang Diperpanjang Sebulan, Pasangan Jihad Akan Patuh pada Putusan MK

”Kami akan mencoba pembiasaan bahasa Inggris dulu, siswa harus terbiasa berbahasa Inggris di sekolah,” lanjutnya.

Dengan prestasi yang diperoleh, pihaknya berharap pemkab lebih peduli terhadap lembaga swasta seperti MI Thoriqul Huda. Apalagi, telah mampu membawa nama baik Bangkalan di ajang internasional. ”Intelektual siswa yang ada di desa itu juga bisa berdiri sejajar dengan siswa yang ada di sekolah negeri,” paparnya.

Ica Maulidia, salah satu siswa yang berhasil meraih medali emas mengaku sangat senang dengan prestasi yang telah diraihnya. Dirinya bangga bisa membawa dan mengharumkan nama sekolahnya ke ajang internasional. ”Kami sangat senang bisa mengikuti lomba karya tulis ilmiah ini, dan bisa mengharumkan nama sekolah,” tuturnya. (za/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#bangkalan #siswa #pintar #presentasi #Trending #medali emas #berita bangkalan #karya tulis ilmiah #internasional #penelitian #kulit jeruk #energi #bahasa Inggris #prestasi