BANGKALAN, RadarMadura.id – Rehabilitasi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Socah menelan anggaran ratusan juta pada 2022. Namun, fasilitas di bawah naungan Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan tersebut terpantau lebih sering tutup.
Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Disnak Bangkalan Ali Makki mengeklaim Puskeswan Socah tetap memberikan pelayanan seperti biasa. Namun, pelayanannya lebih banyak dilakukan di lapangan.
”Kami selalu buka. Kalau puskeswan itu dokternya yang ke lapangan. Beda dengan puskesmas, pasiennya yang ke kantor,” katanya Selasa (12/12).
Pelayanan di puskeswan menggunakan sistem sif mulai pukul 08.00–12.00. Sisanya, pelayanan dilakukan di lapangan.
”Kalau tutup berarti ke lapangan karena mereka tidak mungkin menunggu pasien,” tambahnya.
Saat ini Disnak Bangkalan memiliki empat fasilitas kesehatan (faskes) hewan. Yakni, Puskeswan Socah, Galis, dan Klinik Hewan Bangkalan.
Empat faskes bagi hewan tersebut telah dilengkapi sarana dan prasarana seperti alat pemeriksaan.
”Ada satu yang bangunannya baru jadi. Yaitu, di Kecamatan Konang. Cuma belum bisa dikategorikan sebagai puskeswan, melainkan masih klinik hewan,” ucapnya.
Ali tidak menampik, selama ini aktivitas di semua faskes hewan sangat sepi. Sebab, pelayanan lebih banyak dilaksanakan di lapangan.
Selain itu, di puskeswan tidak ada tenaga administrasi. Karena itu, puskeswan saat ini cenderung hanya dijadikan tempat penyimpanan sarana.
”Seharusnya ada tenaga administrasi di sana yang stand by. Karena keterbatasan anggaran, tenaga adiministrasi itu bisa mengerjakan laporannya di puskeswan,” paparnya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia