BANGKALAN, RadarMadura.id – Ikmatul melakoni aktivitas, yang kata Pramoedya Ananta Toer, bekerja untuk keabadian. Selain fokus kuliah, dia menekuni dunia tulis-menulis.
Setiap orang memiliki jalan dan motivasi tersendiri untuk sukses. Banyak cara untuk mewujudkan cita-cita. Seperti jalan yang dilalui Siti Ikmatul Munawaroh, mahasiswi Ekonomi Syariah Fakultas Keislaman (FKis) Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Dia termotivasi menjadi mahasiswa berprestasi (mawapres) dan meraih penghargaan. Keinginan itu sedikit demi sedikit tercapai.
Gelar mawapres fakultas keislaman dicapai 2022. Pada tahun yang sama meraih gelar mawapres kategori pratama tingkat universitas.
Banyak pengalaman dan prestasi di bidang lomba karya tulis ilmiah (LKTI) telah diraih. Bagi Ikmatul, untuk mendapatkan gelar mawapres tidak mudah. Salah satunya harus sering juara LKTI. Ajang lomba yang belum pernah dia coba sebelumnya.
Baru setelah kuliah di UTM, dia memutuskan untuk bergabung dengan unit kegiatan mahasiswa (UKM) kepenulisan di Fkis. Dari situ, dia mulai belajar dan menekuni karya tulis ilmiah.
”Selain fokus kuliah, saya juga memutuskan untuk belajar karya tulis ilmiah di salah satu UKM fakultas,” jelasnya Minggu (19/11).
Saat masih menjadi mahasiswa baru (maba), dia belajar dan mengikuti LTKI. Dia mulai belajar cara menyusun dan membuat karya tulis ilmiah. Dia semakin tertarik untuk terus belajar dan mendalami karya tulis ilmiah.
”Alhamdulillah saat mengikuti LKTI pertama kali saya langsung mendapatkan juara 1. Dari situlah saya semakin termotivasi,” kenang perempuan berkerudung itu.
Ikmatul saat ini semester 5. Dia tetap fokus mengasah kemampuan dan mengikuti LKTI. Setelah berhasil mewujudkan cita-citanya sebagai mawapres tingkat universitas pada 2022, dia bercita-cita menjadi mawapres nasional.
Meski LKTI merupakan dunia baru baginya, bukan terarti sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan dunia literasi.
Membaca dan menulis memang dia sukai sejak duduk di bangku SMA. Setiap ada waktu luang dimanfaatkan untuk menulis esai.
Kecenderungan dalam dunia membaca dan menulis itu semakin dipertajam ketika kuliah. Selain terus menempa diri, dia mengembangkan dan menambah pengalaman melalui kompetisi. Prestasi itu membuat Ikmatul makin termotivasi.
Selain menjadi mawapres, selama 2022 dia berhasil meraih gelar juara sejumlah kompetisi. Yakni, juara 3 LKTI Tingkat Fakultas 2022 dan juara 3 MTQ Nasional di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur 2022.
Kemudian, juara harapan 3 LKTI Temu Ilmiah Regional 2022 dan sepuluh besar Lomba Esai Nasional di Universitas Hayam Wuruk 2022. Selain itu, juara 3 lomba esai Universitas Trunojoyo Madura 2022 dan finalis Lomba Esai Nasional UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto 2022.
Untuk membuat esai tidak membutuhkan waktu lama. Baginya, ide menjadi hal paling menyulitkan dalam membuat esai. Dia harus membaca sekitar 30 jurnal hanya untuk menghasilkan ide untuk esai yang akan ditulis.
”Kemudian, dalam menyusunnya hanya butuh waktu seminggu,” tutur perempuan asal Brebes, Jawa Tengah, itu.
Ikmatul menambahkan, menulis bagi sebagian besar orang mungkin sulit. Namun, itu hanya terjadi di masa-masa awal. Ketika sudah terbiasa, membuat esai akan lebih mudah. Apalagi, banyak referensi yang sudah dibaca.
Baca Juga: Mahasiswa UTM Berikan Pelatihan Pembuatan Selai Mangga sebagai Produk Olahan
”Bagi pemula memang susah, tapi jika sudah terbiasa membuat karya tulis ilmiah ini sangat mudah,” urainya.
Selama kuliah di Madura, Ikmatul berhasil menggenggam cita-cita yang dulu masih terpendam. Dia mampu mengembangkan bakatnya. Tahun ini saja, dia menjuarai beberapa event kepenulisan.
Prestasi itu, antara lain, juara 2 Lomba Esai Nasional IAI Tazkia Bogor 2023 dan juara 2 Lomba Esai Nasional Himabisi KIPK Universitas Jenderal Soedirman 2023. Kemudian, juara 3 Lomba Esai Nasional Universitas Pendidikan Indonesia 2023 dan juara 3 Lomba Esai Nasional Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 2023.
Kemudian, juara 3 Lomba Esai Nasional UIN Raden Intan Lampung 2023 dan juara harapan 1 Lomba Esai Nasional Universitas Trunojoyo Madura 2023.
Selain itu, finalis LKTI Nasional IAIN Madura 2023 dan sepuluh terbaik Lomba Menulis Kisah Inspiratif Tingkat Universitas Trunojoyo Madura 2023. Karya tulisnya juga masuk sepuluh terbaik Sayembara Kisah Inspiratif Ikatan Mahasiswa Bidikmisi UTM 2023. (*/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta