Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dari Keluarga Pesilat, Nafis Fajriyuz Zuhur Buktikan Prestasi Bersilat dengan Raih Perunggu di Porprov dan Emas di Tingkat Nasional

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 30 November 2023 | 15:51 WIB
PRESTASI: Nafis Fajriyuz Zuhur menunjukkan medali emas dari pomnas di rumahnya, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Minggu (19/11). (AYU LATIFAH/JPRM)
PRESTASI: Nafis Fajriyuz Zuhur menunjukkan medali emas dari pomnas di rumahnya, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Minggu (19/11). (AYU LATIFAH/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pagar oranye itu tampak kokoh membentengi rumah hijau nan asri. Bunyi derit daun pintu terbuka menandakan pemilik rumah ada. Di balik pintu itu ada pemuda berbadan tegap dan bugar menyambut kedatangan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Minggu (19/11).

Pemuda itu adalah Nafis Fajriyuz Zuhur. Saat ini Nafis baru berusia 21 tahun. Namun, prestasi yang diraih hampir menyamai jumlah kalender yang menyertai perjalanan hidupnya. Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), putra ketiga pasangan Moh. Salehodin dan Yusmaningsih itu banyak mengoleksi medali dari kejuaraan pencak silat.

Prestasi teranyar, dia berhasil menggondol medali emas Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVIII di Kota Banjarmasin. ”Alhamdulillah, saya bisa mewakili Jawa Timur mendapatkan juara 1 di pomnas. Itu memang target saya,” katanya.

Kegiatan pomnas Senin (13/11) hingga Kamis (16/11) itu membuatnya berhasil memecahkan target. Sebab, pada Pomnas 2022 di Kota Padang, dia hanya mendapatkan medali perunggu. Kini dia berhasil naik podium pertama setelah menggondol medali emas pada kategori solo kreatif.

”Dulu saya hanya mendapatkan perunggu, kemudian saya targetkan dalam diri saya tahun depan saya harus medali emas karena tahun ini terakhir,” tambahnya.

Nafis mulai tertarik pada dunia seni bela diri saat duduk di bangku kelas IV SD. Saat itu dia berhasil meraih juara 2 pada kejuaraan Pencak Silat POR SD/MI 2011 di Sidoarjo. Hal itulah yang mendorong selalu haus akan suatu prestasi.

”Dari situ saya ingin selalu punya capaian baru. Setiap kejuaraan di berbagai tingkatan saya ikuti. Terutama saat masuk kampus, saya menarget bisa meraih kejuaraan nasional,” terangnya.

Dia bersyukur meraih medali emas pomnas karena mencapai target. Terlebih saat ini dirinya akan mewakili Indonesia di ASEAN University Games (AUG) 2024. Nafis semakin terpacu mempersiapkan diri untuk ajang tingkat yang lebih besar lagi.

”Sekarang saya hanya menunggu panggilan puslatnas (pusat latihan nasional) untuk bertanding kembali di AUG, yang insyaallah tuan rumahnya Indonesia, dan ini tantangan baru bagi saya karena baru pertama kalinya,” jelas alumnus MIN 1 Bangkalan dan SMPN 1 Kamal itu.

Nafis berasal dari keluarga berdarah pesilat. Ibu dan bapaknya, saudara dan iparnya merupakan mantan atlet pesilat andalan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Karena itu, teman konsultasi paling dekat adalah keluarga. ”Merekalah yang mendorong saya selama ini untuk berprestasi sejauh ini,” ungkapnya.

PATUT DICONTOH: Nafis Fajriyuz Zuhur memeragakan gerakan silat di rumahnya, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Minggu (19/11). (AYU LATIFAH/JPRM)
PATUT DICONTOH: Nafis Fajriyuz Zuhur memeragakan gerakan silat di rumahnya, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Minggu (19/11). (AYU LATIFAH/JPRM)

Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya itu tidak memungkiri ada sosok pelatih yang juga membantunya mencapai prestasi. Di Perguruan Pencak Silat Jokotolelah dia mulai berproses. Pahit manis hingga titik terendah dalam berjuang meraih prestasi tidak lepas dari binaan pelatih dan orang tua.

”Titik terendah dan terpahit saya adalah saat saya di porprov kemarin tidak mendapatkan medali sama sekali. Itu membuat saya down. Namun, pelatih dan orang tua berusaha meyakini saya untuk merebut medali emas di pomnas kali ini,” paparnya dengan senyum bangga.

Baca Juga: Butuh Langkah Taktis Pemkab, Pengentasan Buta Aksara di Bangkalan Tak Harus Bergantung pada Anggaran

Baginya, memperoleh prestasi berbagai pertandingan perlu kemantapan diri. Sebab, bertanding di berbagai tingkatan kejuaraan akan menghadapi mental musuh yang tidak sama. Baginya cukup mempersiapkan diri, mood bagus, berusaha tenang, dan rileks sebelum bertanding.

”Saya tidak mau memikirkan hasilnya apa, saya harus bagaimana, saya tidak mau cemas. Yang penting bagi saya itu persiapan maksimal, pikiran tenang, perihal hasil itu bonus atas persiapan saya,” ucap pemuda asal Desa Banyuajuh, Kamal, Bangkalan, itu.

Bagi lulusan SMAN 1 Bangkalan itu, sebagai mahasiswa harus tetap profesional. Namun, dirinya tetap menyempatkan diri latihan untuk pemantapan diri. Sebab, karier ke depan tidak akan lepas proses yang dilakukan selama ini. ”Target capaian hidup saya untuk berprestasi dan ini bentuk pengabdian akan ilmu yang saya dapatkan,” pungkasnya. (ay/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kejuaraan #bangkalan #pemuda #pelatih #Nafis Fajriyuz Zuhur #Kamal #pesilat #pencak silat #orang tua #Nafis #pomnas #seni bela diri #prestasi