BANGKALAN, RadarMadura.id – Berawal dari iseng mengikuti jejak teman mengantarkan Buchori kecanduan setelah meraih banyak penghargaan. Di usianya yang masih muda, putra Bangkalan itu kini sudah menjadi pelatih di luar negeri.
Unggahan media sosial Muhammad Buchori Baihaqi sesekali diwarnai kesibukan di dunia olahraga. Sebulan terakhir ini, laman tersebut nampaknya bukan kegiatan olahraga di Kota Salak sebagaimana dirinya latihan sebelumnya. Tapi, jauh berada di negara seberang.
Pemuda 20 tahun itu tampak bahagia menjalani proses saat ini. Kini Buchori menjadi pelatih taekwondo di salah satu klub besar di Malaysia. Yakni di Hypermax Taekwondo Club. Aktivitas baru itu dia jalani sejak Jumat (1/9).
”Alhamdulillah sebenarnya ini rezeki bagi saya bisa menjadi pelatih di klub besar di Malaysia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Jumat (10/11).
Semula dirinya hanya iseng mencoba penawaran menjadi pelatih taekwondo di Malaysia. Setelah beberapa berkas yang dibutuhkan telah dikirim, Buchori tidak berharap banyak. Namun, pria segudang prestasi tersebut ternyata diterima menjadi pelatih untuk satu bulan di Malaysia.
”Setelah berkas dikirim, keesokan harinya saya di-WhatsApp oleh pelatih Malaysia bahwa saya keterima,” tambahnya.
Buchori diminta menjadi pelatih atlet poomsae atau seni. Sebab, di klub Hypermax tersebut para atlet hanya fokus atlet kyorugi atau sparring. Buchori yang memiliki bakat pada gerakan seni dinilai cocok untuk membina atlet di Hypermax.
”Di Hypermax itu dikenal atlet kyorugi/sparring. Sedangkan atlet seni belum ada. Makanya saya diminta untuk mengasah kemampuan para atlet untuk melahirkan atlet poomsae itu,” jelas atlet Angkasa Taekwondo Fighter itu.
Saat ini atlet yang menjadi binaannya kurang lebih ada 800 siswa. Usia mereka berkisar 4 tahun hingga 17 tahun. Selama melakukan pembinaan, Buchori sedikit kesulitan. Sebab, selain dari kultur dan bahasa negara yang tidak sama, dasar keilmuwan atlet harus dibimbing dari nol.
”Mereka itu dasar taekwondonya belum ada, apalagi komunikasinya masih campur. Kadang Inggris dan kadang Melayu, jadi saya harus sabar dan pelan-pelan ngelatihnya,” ungkapnya.
Kontrak warga Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, itu telah diperpanjang tiga kali. Terakhir, pihaknya akan memperpanjang kontrak menjadi pelatih selama lima bulan.
”Awalnya satu bulan. Terus lanjut satu bulan dan sekarang mau ngurus visa untuk yang lima bulan,” terangnya.
Selain ingin membagi keilmuwan yang dia miliki, Buchori juga ingin mengharumkan nama Bangkalan di Malaysia. Selain menjadi pelatih, dirinya juga membuktikan dengan mengikuti kejuaraan Kejohanan Taekwondo Jemputan Hypermax Kali Ke–2. Dari kejuaraan itu dia berhasil meraih medali perak.
”Sembari melatih, saya juga mengikuti sebuah kejuaraan antarklub se-Malaysia. Hasilnya juara dua. Dengan begini saya ingin memperkenalkan Bangkalan di Malaysia,” ungkapnya.
Usia boleh muda, namun prestasi Buchori sudah mendunia. Pemuda kelahiran 2003 itu telah mengoleksi banyak medali dari berbagai tingkatan kejuaraan. Setidaknya, sejak 2017 dia telah meraih 12 gelar juara bergengsi.
Pada 2017, juara 1 Kyorugi Pra Kadet Putra Kejuaraan Daerah Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya, UPN Veteran Surabaya, dan juara 2 Kyorugi Kadet Putra Kejuaraan Provinsi Jawa Timur Taekwondo Indonesia.
Tahun berikutnya, juara 1 Kyorugi Junior Under 68 Kg M-Pemula Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur dan juara 2 Pemula Poomsae Individual Putra - Rektor UPN Cup III 2018 Surabaya.
Baca Juga: Ini Dia Alasan Vindes Sport Gelar Tepok Bulu 2023 di Istora
Kemudian, juara 2 Kyorugi 68 Kg Semi Prestasi Putra Kejuaraan Provinsi Jawa Timur 2019. Pada tahun yang sama meraih juara 2 Poomsae Semi Prestasi Individual Putra - Kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya.
Lalu, juara 2 Kyorugi Semi Prestasi Putra - Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur.
Pada 2021 meraih juara 2 Beregu Poomsae Senior Putra Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur dan juara 1 Individual Poomsae Putra Senior F - T6 Grup 222 - Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur Virtual 2021.
Lalu, juara 1 Poomsae Senior M-Team Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur, juara 3 Poomsae Team Putra, Porprov VII Jatim, dan juara 2 Poomsae Individual Putra Senior Kejohanan Taekwondo Jemputan Hypermax Kali Ke-2 pada 16–17 September 2023.
Buchori awal masuk taekwondo pada 2017. Awalnya hanya iseng mengikuti ajakan teman dan sebagai benteng untuk diri sendiri.
Namun, seiring waktu, rasa ketertarikan mendalami bela diri berseragam dobok itu semakin mantap setelah mengikuti sejumlah kejuaraan.
”Lama-kelamaan saya berproses karena saya bisa mencetak prestasi melalui kejuaraan,” kenang alumnus SDN Pejagan 4 itu. Lulusan SMPN 3 Bangkalan dan SMAN 2 Bangkalan itu sebelumnya sudah menjadi asisten pelatih pada 2022. (*/luq)