BANGKALAN, RadarMadura.id – Berdasarkan karateristik, buah nipah tergolong buah sejenis palem. Buah yang tumbuh di sekitar bakau atau tumbuh di tepi pantai dengan liar. Biasanya buah ini mudah ditemui di pantai landai berlumpur.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Geger Dispertapahorbun Bangkalan Supriyadi membenarkan bahwa tanaman buah nipah merupakan sejenis tumbuhan yang mudah tumbuh. Namun, keberadaan buah ini jarang dibudidayakan.
Jika mengacu pada karakteristik buah palem, buah nipah akan mulai aktif memproduksi di usia dua tahun setengah. Dari pembuahan tersebut, buah nipah akan terus mengalami siklus pembuahan dari bunga.
”Pohon nipah akan mulai berbuah pada usia dua tahun, sama seperti kelapa,” tambahnya.
Tinggi pohon buah nipah akan cukup 2 meter sampai 2,5 meter. Masa produktif dari usia 20–25 tahun akan berhenti melakukan pembuahan. Namun, pada umumnya buah ini sudah berhenti di usia 15 tahun.
”Jika jenis palem itu mentok usia 25 tahun. Tapi, kalau ini usia 15 tahun dimungkinkan sudah tidak berbuah,” terangnya.
Buah nipah mudah ditemui di perairan pantai. Namun, tidak untuk tumbuh di perairan pantai curam berkarang. Sebab buah ini sangat cocok tumbuh di pantai landai berlumpur.
”Pohon ini biasanya dimanfaatkan untuk mencegah abrasi,” jelasnya.
Dari segi karakteristik, buah ini akan terlihat matang dan sudah nyaman dikonsumsi saat warna kulit buah kuning kecokelatan. Sedangkan yang cokelat tua jarang untuk dikonsumsi karena tekstur daging keras. Buah ini masih jauh dari pangan produksi, sebab masih tergolong buah-buahan antioksidan.
”Bagi masyarakat, karena daging nipah ini mengandung antioksidan, jadi hanya bisa dikonsumsi biasa. Beda dengan kolang-kaling yang bisa dikonsumsi menjadi berbagai makanan,” jelasnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti